Pengukuran beban kerja mental bertujuan untuk mengidentifikasi beban kerja yang berdampak pada mental para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran beban kerja mental pada karyawan unit pembiayaan dan pendanaan di bsi kc banda aceh. tingginya target pekerjaan yang harus diselesaikan menyebabkan karyawan membutuhkan waktu kerja lebih lama daripada waktu kerja standar yang ditetapkan yaitu delapan jam kerja. karyawan juga merasa jenuh karekan pekerjaan yang monoton di depan monitor. dari permasalahan tersebut maka dilakukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui tingkat beban kerja mental dan faktor-faktor penyebab terjadi beban kerja mental yang dialami oleh para karyawan di unit pembiayaan dan pendanaan. beban kerja mental diukur dengan metode national aeronautics and space administration task load index (nasa-tlx) dan faktor-faktor penyebab terjadinya beban kerja mental yang dominan dianalisis dengan tree diagram. pengukuran dengan metode nasa-tlx menunjukkan bahwa beban kerja mental 5 karyawan berada pada kategori tinggi dan 12 karyawan berada pada kategori sangat tinggi. indikator tingkat frustasi (fr) merupakan faktor yang paling mempengaruhi beban kerja mental diikuti dengan tuntutan waktu (td) dan performansi (op) secara berurut yaitu sebesar 26%, 23%, dan 18%. rekomendasi perbaikan untuk penelitian ini adalah harus lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan, membangun suasana kerja yang nyaman dan produktif, manajemen diri, serta dapat menggunakan waktu istirahat dengan baik. kata kunci : beban kerja mental, tingkat frustasi, tuntutan waktu, peformansi, nasa-tlx, tree diagram
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI KASUS : KARYAWAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) KANTOR CABANG DI BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Teknik Industri,2023
Baca Juga : KETERLIBATAN KERJA DAN PERILAKU KERJA INOVATIF MEMEDIASI PENGARUH KESEHATAN MENTAL TERHADAP PERFORMA KERJA KARYAWAN KANTOR PUSAT OPERASIONAL BANK ACEH SYARIAH (Ishal Arrayan, 2024)
Abstract
Mental workload measurement aims to identify the workload that has an impact on the mentality of workers in carrying out their work. This research will measure mental workload on employees of the Financing and Funding Unit at BSI KC Banda Aceh. The high work targets that must be completed cause employees to require longer working hours than the standard working time set at eight working hours. Employees also feel bored because of the monotonous work in front of the monitor. From these problems, a mental workload measurement was conducted to determine the level of mental workload and the factors that cause mental workload experienced by employees in the Financing and Funding Unit. Mental workload is measured using the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) method and the factors causing the dominant mental workload are analyzed with a Tree Diagram. Measurement using the NASA-TLX method shows that the mental workload of 5 employees is in the high category and 12 employees are in the very high category. The Frustration Level (FR) indicator is the factor that most affects mental workload followed by Time Demands (TD) and Performance (OP) in order by 26%, 23%, and 18%. Recommendations for improvement for this study are to be more focused in completing work, building a comfortable and productive work atmosphere, self-management, and being able to use rest time properly.. Keywords: Mental Workload, Frustration Level, Time Demands, Performance, NASA-TLX, Tree Diagram
Baca Juga : PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG BANDA ACEH (Mukhlis YS, 2024)