Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rayan Ayyasi, STUDI KINERJA BRESING DIAGONAL DARI PROFIL SIKU GANDA DENGAN PENGHUBUNG LACING TERHADAP BEBAN SIKLIK. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023

Sistem rangka baja bresing konsentrik (srbk) adalah sistem struktur yang memiliki kekakuan yang baik yang berasal dari elemen rangka diagonal (bresing), sehingga disarankan untuk diimplementasikan pada wilayah rawan gempa seperti indonesia khususnya di provinsi aceh. pada srbk, bresing adalah disipator energi gempa. untuk mendapatan srbk dengan kinerja yang optimal dalam menahan beban gempa perlu dilakukan modifikasi pada bresing untuk meningkatkan kinerjanya. pada kondisi lapangan tinggi antar lantai juga bervariasi sehingga panjang bresing akan variatif. penelitian ini mengkaji kinerja elemen bresing ganda srbk terhadap beban siklik di laboratorium. pada penampang bresing ganda digunakan pelat penghubung yaitu pelat lacing, yang dipasang untuk mengamati efek kekangan terhadap kinerja elemen bresing. lacing adalah pelat yang menghubungkan penampang tersusun dalam konfigurasi diagonal. pada bresing ganda digunakan variasi panjang yang berbeda yaitu br1 (600 mm), br2 (1200 mm),dan br3 (1800 mm). pembebanan siklik berupa kontrol perpindahan leleh diimplementasikan pada benda uji. perekaman data berupa kurva histerisis beban-perpindahan dilakukan pada benda uji dimana dari observasi yang dilakukan dapat diperoleh karakteristik kinerja benda uji yang meliputi kekuatan, kekakuan, dan disipasi energi komponen bresing. hasil yang didapat berupa kinerja struktur (kekuatan, kekakuan, disipasi energi). pada br1 di siklus 1 memiliki nilai kekakuan 12710,84 n/mm atau 53,56% lebih baik dari br2 dan 26,35% lebih baik dari br3. ratio ed (disipasi energi) kumulatif terhadap ei (energi input) kumulatif pada br 1 mencapai 38,60%, atau 3,20% lebih baik dari br2 (panjang 1200 mm), serta 3,21% lebih baik dari br3 (panjang 1800 mm). kinerja struktur tahan gempa yang paling baik berada pada bresing terpendek dengan panjang 600 mm (br1). dengan demikian bresing yang lebih pendek disarankan untuk dipasang pada srbk di wilayah rawan gempa.



Abstract

The Concentric Bracing Steel Frame System (CBF) is a structural system that has good rigidity derived from diagonal truss elements (bracing), so it is recommended to be implemented in earthquake-prone areas such as Indonesia, especially in Aceh Province. In CBF, braces are seismic energy dissipators. In order to obtain CBF with optimal performance in resisting earthquake loads, it is necessary to modify the braces to improve their performance. In field conditions, the height between floors also varies, so the length of the bracing will also vary. This study examines the performance of CBF double bracing elements against cyclic loads in the laboratory. In the double bracing section, a connecting plate, namely a lacing plate, is used to observe the effect of the restraint on the performance of the bracing elements. Lacing is a plate connecting sections arranged in a diagonal configuration. In double bracing, different length variations are used, namely BR1 (600 mm), BR2 (1200 mm), and BR3 (1800 mm). Cyclic loading in the form of melt transfer control is implemented on the test object. Data recording in the form of a load-displacement hysteresis curve was carried out on the test object, and from the observations made, it was possible to obtain the performance characteristics of the test object, which included strength, stiffness, and energy dissipation of the bracing components. The results obtained are the best structural performance (strength, stiffness, and energy dissipation). BR1 in cycle 1 has a stiffness value of 12710.84 N/mm, or 53,56% better than BR2 and 26,35% better than BR3. The cumulative Ed (energy dissipation) ratio to cumulative Ei (input energy) on BR 1 reached 38.60%, or 3.20% better than BR2 (length 1200 mm) and 3.21% better than BR3 (length 1800 mm). The best earthquake-resistant structural performance is in the shortest bracing with a length of 600 mm (BR1). Thus, shorter bracing is recommended to be installed on CBF in earthquake-prone areas.



    SERVICES DESK