Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Dewinda Syahda Suhendra, PENGARUH PEMBERIAN ATORVASTATIN TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH OSTEOBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN FRAKTUR FEMUR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DENGAN DISLIPIDEMIA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2023

Abstrak salah satu faktor yang menyebabkan lamanya proses penyembuhan fraktur adalah penyakit komorbid dislipidemia. kadar lemak yang tidak normal dalam darah menyebabkan terganggunya sistem vaskularisasi dan menghambat diferensiasi osteoblas yang pada akhirnya memperlambat remodeling tulang. atorvastatin merupakan golongan obat statin yang digunakan untuk terapi dislipidemia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian atorvastatin terhadap peningkatan jumlah osteoblas pada proses penyembuhan fraktur femur tikus putih (rattus norvegicus) dengan dislipidemia. rancangan penelitian ini adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. kontrol negatif merupakan tikus putih normal di frakturasi femur, kontrol positif merupakan tikus putih dislipidemia di frakturasi femur tanpa perlakuan pemberian atorvastatin dan kelompok perlakuan merupakan tikus putih dislipidemia yang di frakturasi femur dan pemberian atorvastatin 10 mg/kgbb. pembuatan frakturisasi femur dilakukan pada hari ke 14 setelah tikus mengalami dislipidemia dengan prosedur osteotomi terbuka pada 1/3 tengah femur kanan. pemberian perlakuan dan perawatan luka operasi fraktur dilakukan selama 21 hari yang dilanjutkan dengan pembuatan preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sel osteoblas tulang femur tikus putih pada kontrol positif adalah 3,40 ± 0,20 lebih rendah secara nyata dibandingkan dengan kontrol negatif dengan rata-rata 7,70 ± 1,40 dan kelompok perlakuan yaitu 11,20 ± 1,90. dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian atorvastatin terhadap peningkatan jumlah osteoblas pada penyembuhan fraktur femus tikus putih dengan dislipidemia . kata kunci: fraktur, dislipidemia, osteoblas, atorvastatin



Abstract

ABSTRACT One of the factors that cause the duration of the fracture healing process is the comorbid disease dyslipidemia. Abnormal levels of fats in the blood cause disruption of the vascularization system and inhibit the differentiation of osteoblasts which is ultimately associated with a slowdown in bone remodeling. Atorvastatin is a class of statin drugs used for dislipidemia therapy drugs. This study aims to determine the effect of administration of atorvastatin on increasing the number of osteoblasts in the healing process of femoral fractures of white rats (Rattus norvegicus) with dyslipidemia. The design of this study was experimental with 3 treatments and 3 repeats. The negative control was a normal white rat in femoral fracture, the positive control was a dyslipidemic white rat in femoral fracture without atorvastatin treatment and the treatment group was dyslipidemic rats with fractured femurs and administration of atorvastatin 10 mg/kgBB. Pembuatan frakturisasi femur dilakukan pada hari ke 14 setelah tikus mengalami dislipidemia dengan prosedur osteotomi terbuka pada 1/3 tengah femur kanan. Pemberian perlakuan dan perawatan luka operasi fraktur dilakukan selama 21 hari yang dilanjutkan dengan pembuatan preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. The results showed that the average number of osteoblast cells of the femoral bone of white rats in the positive control was 3,40 ± 0,20 markedly lower compared to the control negative with an average of 7,70 ± 1,40 and the treatment group of 11,20 ± 1,90. It can be concluded that there is an effect of administration of atorvastatin on increasing the number of osteoblasts on the healing of femus fractures of white rats with dyslipidemia. Keywords: Fracture, Dyslipidemia, Osteoblast, Atorvastatin



    SERVICES DESK