Perilaku melukai diri sendiri atau self-injury merupakan perilaku maladaptif yang kebanyakan dilakukan oleh remaja sebagai bentuk mekanisme koping. self-injury yang dialami remaja dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya dikarenakan keluarga yang tidak berfungsi dengan baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keberfungsian keluarga dengan kecenderungan self-injury pada remaja. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik insidental sampling, dan melibatkan 348 remaja dengan rentang usia 15-21 tahun. pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi deliberate self-harm inventory: nine-item version (dshi-9r) dan family assesment device (fad). analisis data menggunakan spearman-brown formula dengan nilai signifikansi dan koefisien korelasi keberfungsian keluarga dan self-injury sebesar p = 0,000, r = -0,360. hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara keberfungsian keluarga dan self-injury yang berarti semakin efektif keberfungsian keluarga maka semakin rendah self-injury pada remaja, sebaliknya semakin tidak efektif keberfungsian keluarga maka semakin tinggi self-injury pada remaja. berdasarkan kategorisasi mayoritas subjek berada pada tingkat keberfungsian keluarga yang tidak efektif (83%) dan self-injury yang rendah (72,2%). kata kunci: self-injury, keberfungsian keluarga, remaja
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KECENDERUNGAN SELF-INJURY PADA REMAJA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : HUBUNGAN KELEKATAN ORANGTUA DAN SELF INJURY BEHAVIOR PADA REMAJA SMA KORBAN PERUNDUNGAN DI BANDA ACEH (GUINEA UTAMI, 2023)
Abstract
Self-injury is a maladaptive behavior that is mostly done by adolescents as a form of coping mechanism. Self-injury experienced by adolescents can occur due to various factors, one of which is due to a dysfunctional family. This study aims to determine the relationship between family functioning and self-injury tendencies in adolescents. This study used a quantitative approach with incidental sampling technique, and involved 348 adolescents with an age range of 15-21 years. Data collection in this study used adapted measuring instruments Deliberate Self-Harm Inventory: Nine-Item Version (DSHI-9r) and Family Assessment Device (FAD). Data analysis used Spearman-Brown Formula with a significance value and correlation coefficient of family functioning and self-injury of p = 0.000, r = -0.360. This shows that there is a significant negative relationship between family functioning and self-injury, which means that the more effective the family functioning, the lower the self-injury in adolescents, on the contrary, the less effective the family functioning, the higher the self-injury in adolescents. Based on categorization, the majority of subjects were at the level of ineffective family functioning (83%) and low self-injury (72.2%). Keywords: Self-Injury, Family Functioning, Adolescents
Baca Juga : HUBUNGAN KUALITAS PERTEMANAN DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) PADA REMAJA (Salsabila Hayuma Al Mumtahanah, 2024)