Petani pinang menjual biji pinang dalam kondisi biji pinang yang sudah terbelah dua, biji pinang dibelah dengan alat semi mekanis seperti parang dan kacip bahkan ada juga yang menggunakan mesin yang digerakan oleh motor. penelitian ini adalah perancangan ulang mesin pembelah biji pinang, perancangan ulang yang dilakukan berupa melakukan penambahan mata belah (disc cutter) pada poros mesin pembelah biji pinang. penambahan disc cutter akan mempengaruhi daya motor yang dibutuhkan, kekuatan poros dan kapasitas produksi. jumlah disc cutter pada mesin pembelah biji pinang sebelumnya adalah 5 buah, dengan memanfaatkan ruang antar disc cutter dilakukan penambahan 4 buah disc lagi sehingga menjadi 9 disc. dari hasil perhitungan perancangan ulang, penambahan mata belah dari 5 mata belah menjadi 9 mata belah diperoleh motor yang dibutuhkan adalah 3 hp yang sebelumnya menggunakan 6,5 hp, sedangkan kapasitas produksi mesin meningkat dari 1100 kg/jam menjadi 2148 kg/jam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN ULANG MESIN PEMBELAH BIJI PINANG. Banda Aceh Teknik Mesin dan Industri,2023
Baca Juga : UJI PERFORMANSI DAN PENENTUAN KECEPATAN PUTAR OPTIMAL SILINDER PENGUPAS PADA MESIN PENGUPAS PINANG (ARECA CATECHU L) (Yusran Akbar, 2024)
Abstract
Before betel nut being sold, farmer sliced it into two parts. They used semi mechanic tool like knife, some of them even use machine to slice it. This research is to redesign a betel nut slicing machine. The machine will be added some more slicing tool (disc cutter) on the shaft. This addition will affect required power, transmission element, and production capacity. The machine with 5 discs cutter will be added by 4 more discs cutter due to space available between those disc. Redesign calculation result shows the addition of disc cutter required power about 3 HP, before machine is redesigned it powered by 6,5 HP. The production capacity increase linearly from 1100 kg/h to 2148 kg/h.
Baca Juga : RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH PELEPAH PINANG (Nurul Zakiah, 2021)