Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nina Nufrisa, POTENSI PROTEKSI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.) TERHADAP HISTOLOGIS HATI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS BERKENHOUT, 1769) YANG DINDUKSI PARASETAMOL. Banda Aceh Fakultas MIPA Biologi,2023

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak etanol kulit batang srikaya annona squamosa l. (eekbas) terhadap perubahan struktur histologis hati tikus (rattus norvegicus berkenhout.) setelah induksi parasetamol dosis toksik. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. hewan uji yang digunakan ialah tikus jantan galur wistar usia 3 bulan sebanyak 24 individu tikus. perlakuan terdiri dari 3 kontrol yaitu kontrol normal (akuades), kontrol negatif (parasetamol 1.350 mg/kgbb dan akuades), kontrol positif (parasetamol dosis 1.350 mg/kgbb dan hepa-q 11,34 mg/kgbb) dan 3 pemberian ekstrak etanol kulit batang annona squamosa (eekbas) dengan dosis 150 mg/kgbb (p1), dosis 300 mg/kgbb (p2) dan dosis 600 mg/kgbb (p3). seluruhnya diberikan perlakuan selama 14 hari dan diinduksi parasetamol pada hari ke-7 sebanyak 1.350 mg/kg bb kecuali pada kontrol normal (k0). organ hati hewan uji dijadikan sediaan histologi dengan menggunakan metode paraffin dan pewarnaan hematoksilin & eosin (he). parameter yang diukur adalah jumlah proporsi sel hepatosit hati yang mengalami kerusakan berupa degenerasi dan nekrosis, hiperemi, hemoragi serta inflamasi. data degenerasi dan nekrosis yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova dengan taraf signifikan 5% dan dilanjutkan dengan uji berganda duncan. data hiperemi, hemoragi, dan inflamasi dianalisis menggunakan kruskall-wallis dengan taraf signifikan (p



Abstract

This study aims to determine the effect of the ethanol extract of the bark of Annona squamosa L. (EEKBAS) on changes in the histological structure of the liver of rats (Rattus norvegicus Berkenhout.) after induction of toxic doses of paracetamol. The method used in this study was Completely Randomized (CRD) consisting of 6 treatments and 4 replications. The test used was male rats aged 3 months as many as 24 individual animals. The treatment consisted of 3 controls, namely normal control (aquadest), negative control (1,350 mg/kgBW paracetamol and distilled water), positive control (1,350 mg/kgBW paracetamol and 11,34 mg/kgBW HEPA-Q) and 3 administration of ethanol extract of the skin stems of Annona squamosa L. (EEKBAS) at a dose of 150 mg/kgBW (P1), a dose of 300 mg/kgBW (P2) and a dose of 600 mg/kgBW (P3). All of them were treated for 14 days and induced by paracetamol on the 7th day as much as 1,350 mg/kg BW except for normal controls (K0). Liver organs of the test animals were made into histological preparations using the paraffin method and Hematoxylin & Eosin (HE) staining. The parameters measured were the proportion of liver hepatocyte cells that were damaged in the form of degeneration and necrosis, hyperemia, hemoragy, and inflamation. The data degeneration and necrosis were analyzed using ANOVA test with a significant level of 5% and continued with Duncan’s multiple test. The data of hyperemia, hemoragy and inflamation were analyzed using Kruskall – Wallis with a significant level (P



    SERVICES DESK