Penelitian ini mengangkat judul pola komunikasi intrabudaya masyarakat aceh dalam budaya pemulia jamee, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola komunikasi apa saja yang terjadi dalam masyarakat aceh terkait budaya pemulia jamee. pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang menjelaskan fenomena yang terjadi pada masyarakat aceh pada budaya pemulia jamee di kampung nusa aceh besar dan kampung sukaramai banda aceh. teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu interaksi simbolik dengan asumsi dasar teori ini adalah society (masyarakat) dan self (diri) dapat menjadi acuan sebagaimana masyarakat aceh adalah individu yang sangat terbuka dan mudah menerima akan kehadiran individu dari luar maupun dalam daerah aceh. serta masyarakat aceh dapat mengguanakan simbol-simbol saat memuliakan tamu baik dari bahasa yang mudah dipahami. subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat aceh, penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi yang telah dilakukan pada tanggal 22 febuari 2023 hasil observasi yang dilakukan peneliti adalah bagaimana terjadinya komunikasi masyarakat aceh pada gampong nusa dan gampong sukaramai saat melakasanakn budaya pemulia jamee dalam teknik pengambilan data, serta teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive yaitu dengan menentukan kriteria. melalui penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat dua pola komunikasi dengan menggunakan analisis dari teori interaksi simbolik menggunakan landasan teori tersebut yaitu masyarakat (society) dan diri (self) yang ditemukan dalama masyarakat aceh pada budaya pemulia jamee, yaitu pola komunikasi primer dengan masyarakat aceh saat berkomunikasi sering kali menyambut tamu dengan lambang atau simbol seperti pinto aceh, ranup, peusijuek, seni tari, tikar, kopi, tradisi menantiang maka dapat dilihat langsung ketia saat menyambut tamu melalui simbol-simbol tersebut. kemudian terdapat pola komunikasi sirkular yang mana terjadinya feedback atau umpan balik yang terjadi saat melakukan budaya pemulia jamee antara masyarakat aceh maka dari itu komunikasi akan jalan terus menerus antara komunikator dan komunikan melalui bahasa dan tutur kata yang mudah dipahami saat berkomunikasi sesama masyarakat aceh, maka terjadilah umpan balik tersebut secara langsung. ke dua pola komunikasi ini tidak lepas dari komunikasi verbal serta nonverbal yang digunakan masyarakat aceh saat menjamu dan memuliakan tamu. komunikasi intrabudaya yang dijalankan oleh masyarakat aceh berjalan dengan baik dan tetap mempertahankan serta melastarikan budaya pemulia jamee karena budaya tersebut merupakan tradisi serta adat masyarakat aceh. kata kunci: pola komunikasi, komunikasi intrabudaya, aceh, pemulia jamee
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POLA KOMUNIKASI INTRABUDAYA MASYARAKAT ACEH PADA BUDAYA PEMULIA JAMEE. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2023
Baca Juga : PERBANDINGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINGKIL DENGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINABANG (Suliyanti, 2021)
Abstract
This research raises the title of the pattern of intracultural communication of the people of Aceh in the culture of jamee cultivators, the purpose of this research is to find out what communication patterns occur in Acehnese society related to the culture of jamee cultivators. The approach used in this study is qualitative which explains the phenomena that occur in the people of Aceh in the jamee breeder culture in the village of Nusa Aceh Besar and Kampung Sukaramai Banda Aceh. The theory used in this study is symbolic interaction with the basic assumption of this theory that society and self can be used as a reference as the people of Aceh are individuals who are very open and receptive to the presence of individuals from outside and within the Aceh region. As well as the people of Aceh can use symbols when glorifying good guests from a language that is easy to understand. The subjects in this study were the people of Aceh, this study used interview and observation techniques which were conducted on February 22, 2023. The results of observations made by researchers were how the communication of the Acehnese people occurred in Gampong Nusa and Gampong Sukaramai when carrying out the jamee culture in data collection techniques. and the sampling technique used is purposive, namely by determining the criteria. Through this research, the results show that there are two patterns of communication using an analysis of symbolic interaction theory using this theoretical basis, namely society and self which are found in Acehnese society in the jamee culture, namely primary communication patterns with the Acehnese people when communicating. often welcome guests with symbols or symbols such as Pinto Aceh, Ranup, Peusijuek, Dance, Mats, Coffee, Menantiang Tradition, so you can see immediately when welcoming guests through these symbols. Then there is a circular communication pattern in which feedback or feedback occurs when carrying out jamee breeding culture between the people of Aceh, therefore communication will continue continuously between communicators and communicants through language and speech that is easy to understand when communicating with fellow Acehnese people, then it happens the feedback immediately. These two communication patterns cannot be separated from the verbal and nonverbal communication used by the Acehnese when entertaining and honoring guests. Intracultural communication carried out by the people of Aceh goes well and continues to maintain and perpetuate the culture of the pemulia jamee because this culture is the tradition and customs of the people of Aceh. Keywords: Patterns of Communication, Intracultural Communication, Aceh, Pemulia Jamee
Baca Juga : PERBEDAAN DIALEK BAHASA JAMEE WILAYAH ACEH SELATAN DENGAN DIALEK BAHASA JAMEE WILAYAH ACEH BARAT DAYA (RAFLI KEMALA, 2025)