Penggunaan formalin masih sering ditemukan pada beberapa produk perikanan kering di indonesia. penggunaan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. berdasarkan peraturan menteri kesehatan no.33 tahun 2012 menyatakan bahwa formalin dilarang dan tidak diperbolehkan dalam bahan makanan. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan formalin secara kuantitatif pada produk perikanan kering (ikan asin, cumi asin dan teri asin) yang dijual di tiga pasar aceh tamiang yaitu pasar kuala simpang, pasar simpang opak dan pasar tualang cut. penelitian ini lakukan bulan januari hingga februari 2023. identifikasi pada penelitian ini menggunakan pereaksi asam kromatofat. penetapan kadar formalin menggunakan spektorofotometri uv vis. hasil uji kuantitatif seluruh sampel mengandung formalin dengan kadar yang berbeda – beda. kadar formalin terendah terdapat pada sampel ikan asin dengan rata rata kadar formalin 4,97 mg/kg yang dibeli di pasar simpang opak dan kadar formalin tertinggi terdapat pada sampel cumi asin yang di pasar kualasimpang yaitu 14,92 mg/kg. kata kunci : produk perikanan, formalin, spektorofometri uv vis, asam kromatofat
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI KUANTITATIF FORMALIN PADA PRODUK PERIKANAN KERING DI ACEH TAMIANG. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : ANALISIS PERUBAHAN KADAR FORMALIN DAN PROTEIN PADA IKAN TERI KERING MENGGUNAKAN ASAM CUKA (CUT ALSYA, 2024)
Abstract
Since Formalin has negative impacts on human health, it is prohibited from being used as a dried fishery products preservative based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 33 of 2012. This study was aimed to quantitatively determine the formaldehyde content in dry fishery products (salted fish, salted squid and salted anchovies) sold at three Aceh Tamiang Markets, namely Kuala Simpang Market, Simpang Opak Market and Tualang Cut Market. The research was conducted from January to February 2023 by using Uvvis spectrophotometry. The results of the quantative analysis depicted that all samples contained formalin with different levels. The lowest concentration of 4,97 mg/kg was obtained from salted fish at the Simpang Opak market and the highest concentration of 14,92 mg/kg was obtained from salted squid at the Kuala Simpang market. Keywords: Fishery products, formalin, Uv vis spectrophotometry, chromatophic acid.
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHYDE DARI METANOL DAN UDARA MENGGUNAKAN PROSES HALDOR TOPSOE DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2.I00 TON/TAHUN (Deswan Minanda, 2024)