Lancang merupakan salah satu desa yang terletak di jeunieb kabupaten bireun. nelayan desa lancang menggunakan alat tangkap bubu lipat untuk menangkap kepiting bakau. bubu lipat merupakan alat tangkap yang berbentul kurungan, bersifat pasif dan mudah dibawa kemana-mana serta mudah dioperasikan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan mengetahui ukuran layak tangkap kepiting bakau. penelitian ini dilaksanakan pada bulan maretapril 2023 di desa lancang jeunien kabupaten bireuen. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan metode pengumpulan data langsung ke lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literature, buku, jurnal dan situs internet. teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik accidental sampling yaitu teknik secara kebetulan, jadi siapa saja yang bertemu dengan si peneliti akan dijadikan sebagai sampel. analisa data menggunakan metode deskriptif dan metode distribusi frekuensi panjang. hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan kepiting bakau dari alat tangkap bubu lipat yaitu sebanyak 62 ekor yang merupakan hasil tangkapan utama yang terdiri dari kepiting bakau jenis scylla serrata. hasil tangkapan sampingan sebanyak 2 ekor yang terdiri dari ikan lele. distribusi ukuran hasil tangkapan kepiting bakau yang paling banyak tertangkapan rata-rata dengan ukuran panjang karapas 6,0-6,9 cm yaitu sebanyak 34 ekor. ukuran hasil tangkapan paling sedikit tertangkapan pada ukuran panjang karapas 2-2,9 cm, 3,0-3,9 cm dan 8,0-8,9 cm yaitu 1 ekor pada masing-masing seleng kelas panjang karapas. kata kunci : kepiting bakau, bubu lipat, pasie lancang
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT DI DESA LANCANG, JEUNIEB, KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU GALON DAN BUBU WAU DI PERAIRAN DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (Anggi Maimun, 2023)
Abstract
Lancang is a village located in Jeunieb, Bireuen Regency. Fishermen of Lancang village use folding traps to catch mangrove crabs. A folding trap is a fishing gear that has the shape of a cage, is passive and easy to carry anywhere and easy to operate. The purpose of this study was to analyze the composition of the catch and find out the size of the mud crabs' feasibility. This research was conducted in March-April 2023 in Lancang Jeunien Village, Bireuen Regency. The data used in this study are primary data obtained by direct data collection in the field, while secondary data is obtained from literature studies, books, journals and internet sites. The data collection technique used is the accidental sampling technique, which is a coincidence technique, so anyone who meets the researcher will be used as a sample. Data analysis used descriptive method and long frequency distribution method. The results showed that the composition of the catch of mangrove crabs from folding traps was 62 heads which were the main catch consisting of mud crabs of the Scylla serrata type. The by-catch was 2 tails consisting of catfish. The size distribution of the caught mangrove crabs with the average carapace length of 6.0-6.9 cm was 34 individuals. The size of the catch was the least caught at carapace lengths of 2-2.9 cm, 3.0-3.9 cm and 8.0-8.9 cm, namely 1 carapace in each carapace length class. Keywords: Mangrove Crab, Fold Bubu, Pasie Lancang
Baca Juga : PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN JARING INSANG DENGAN ALAT TANGKAP ALTERNATIF BUBU DALAM UPAYA MITIGASI BYCATCH HIU DAN PARI DI TPI LHOK KUALA DAYA, ACEH JAYA (Delvi Mahrani Luthfiansyah, 2025)