Jaring insang dasar merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan desa krueng raya untuk melakukan proses penangkapan ikan. pengoperasian jaring insang dasar sering menangkap beragam jenis ikan, hal ini dikhawatirkan dapat menjadi ancaman serius terhadap kelestarian sumberdaya ikan di sekitar perairan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi dan tingkat keramahan lingkungan jaring insang dasar yang ada di desa krueng raya kota sabang. jaring insang dasar yang digunakan memiliki dua jenis ukuran mata jaring yaitu 2 inci dan 4 inci. pengumpulan data hasil tangkapan menggunakan metode accidental sampling dan untuk pengumpulan data tingkat keramahan lingkungan menggunakan metode sensus. analisis data komposisi hasil tangkapan dilakukan dengan cara deskriptif melalui observasi, sedangkan analisis data tingkat keramahan lingkungan jaring insang dasar dilakukan dengan analisis skoring pada setiap kriteria keramahan lingkungan. hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 2 inci terdiri dari 27 jenis ikan dengan berat total 130,28 kg, jumlah persentase hasil tangkapan utama sebesar 59,12 kg (45%), hasil tangkapan sampingan sebesar 68,79 kg (53%), dan hasil tangkapan buangan sebesar 2,38 kg (2%), sedangkan komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 4 inci terdiri dari 11 jenis ikan dengan berat 31,77 kg, jumlah persentase hasil tangkapan utama sebesar 20,98 kg (66%), hasil tangkapan sampingan sebesar 10,81 kg (34%), dan hasil tangkapan buangan sebesar 0 kg (0%). hasil analisis dari tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang dasar ukuran mata jaring 2 inci berada pada kategori kurang ramah lingkungan dengan total skoring sebesar 25, sedangkan jaring insang dasar ukuran mata jaring 4 inci berada pada kategori kurang ramah lingkungan dengan total skoring 27.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) DI PESISIR DESA KRUENG RAYA KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : IDENTIFIKASI KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) YANG DIDARATKAN DI PESISIR PANTAI DESA LAM AWE PEUKAN BADA, ACEH BESAR (MUHAMMAD IQBAL, 2020)
Abstract
The bottom gillnet is one of the fishing gears used by Krueng Raya Village fishermen to conduct the fishing process. The operation of bottom gillnet often catches a variety of fish species, it is of concern that this could pose a serious threat to the sustainability of fish resources around these waters. In Krueng Raya Village, Sabang City, bottom gillnet are used to catch fish, and this study intends to investigate their composition and environmental friendliness. The bottom gillnet used has two types of mesh sizes which are 2 inches and 4 inches. The data collection of catches used the accidental sampling method and the collection of data on the level of environmental friendliness used the census method. Data analysis of catch composition was conducted in a descriptive way through observation, while the data analysis of the level of environmental friendliness of the bottom gillnet was conducted by scoring analysis on each environmental friendliness criterion. The results showed that the composition of the bottom gillnet catch with a 2-inch mesh size consisted of 27 species of fish with a total weight of 130.28 kg, a total percentage of the main catch of 59.12 kg (45%), bycatch of 68.79 kg (53%), and discard catch of 2.38 kg (2%), while the composition of the bottom gillnet catch with a mesh size of 4 inches consists of 11 species of fish with a weight of 31.77 kg, the total percentage of the main catch of 20.98 kg (66%), bycatch of 10.81 kg (34%), and discard catch of 0 kg (0%). The results of the analysis of the level of environmental friendliness of the bottom gillnet fishing gear of 2 inches mesh size are in the less environmentally friendly category with a total score of 25, while the bottom gillnet of 4 inches mesh size is in the less environmentally friendly category with a total score of 27.
Baca Juga : IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL (Meilinda, 2024)