Tujuan penelitian ini menjelaskan kewajiban pengelola usaha kafe dan karaoke terhadap pembayaran royalti hak cipta lagu dan musik, efektifitas penerapan pp no. 56 tahun 2021 di wilayah kota banda aceh serta menjelaskan faktor penyebab pelanggaran hak cipta lagu dan musik oleh pengelola kafe dan karaoke di wilayah kota banda aceh. penelitian yuridis empiris yang digunakan untuk menganalisis hukum yang berpola dalam kehidupan masyarakat. hasil analisis penelitian ini diketahui pemanfaatan terhadap karya cipta lagu dan musik secara publik bersifat komersial menimbulkan kewajiban pembayaran royalty bagi pencipta yang mendaftarkan hak ciptaannya. terhadap efektifitas pp no. 56 tahun 2021, diketahui bahwa tidak adanya aturan yang jelas mengenai sistem informasi lagu dan musik (silm). oleh sebab itu, pengelolaan karaoke dan kafe di wilayah kota banda aceh tidak melaksanakan kewajiban royalti hak cipta lagu dan musik karena tidak ada peran lmkn secara langsung di wilayah kota banda aceh. pelanggaran hak cipta lagu dan musik dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah ekonomi, budaya, teknologi, penegakan hukum dan pendidikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEWAJIBAN PEMBAYARAN ROYALTI HAK CIPTA LAGU DAN MUSIK OLEH PENGELOLA KAFE DAN KARAOKE (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Hukum,2023
Baca Juga : PELAKSANAAN PEMBAYARAN ROYALTI HAK CIPTA LAGU DAN/ATAU MUSIK OLEH LEMBAGA PENYIARAN RADIO SWASTA DI KOTA MEDAN (FARREL MAULANA, 2025)
Abstract
The aim of this research is to explain the obligations of cafe and karaoke business operators regarding the payment of royalties for copyrighted songs and music, evaluate the effectiveness of implementing Government Regulation No. 56 of 2021 in the Banda Aceh City area, and identify the factors causing infringements of copyrights by cafe and karaoke operators in Banda Aceh City. This study utilizes an empirical juridical approach to analyze the legal patterns in society. The analysis of this research reveals that the commercial utilization of copyrighted songs and music in public places imposes a responsibility to pay royalties to creators who have registered their copyrights. Regarding the effectiveness of Government Regulation No. 56 of 2021, it is found that there is a lack of clear regulations regarding the Song and Music Information System (SILM). As a result, the management of karaoke and cafe establishments in Banda Aceh City fails to fulfill their obligations to pay royalties for copyrighted songs and music, mainly due to the absence of direct involvement from the Indonesian Collective Management of Music Works (LMKN) in the Banda Aceh City area. The violations of copyright for songs and music are influenced by various factors, including economics, culture, technology, law enforcement, and education.
Baca Juga : PELANGGARAN HAK CIPTA LAGU DAN/ATAU MUSIK DALAM BENTUK SPEED UP PADA PLATFORM INSTAGRAM (ALIYAH SHAFARA, 2024)