Abstrak kata kunci: putri bensu, legenda, aceh tengah apresiasi masyarakat terhadap legenda putri bensu di kecamatan bies aceh tengah legenda adalah cerita prosa sederhana yang dianggap oleh orang-orang yang memiliki sejarah telah benar-benar terjadi. biasanya, legenda sering digunakan sebagai cerita kolektif. legenda putri bensu mengisahkan tentang 7 putri yang turun ke sungai untuk mandi, salah satu selendang dari mereka telah di curi yaitu selendang dari putri bensu yang di curi oleh seorang laki-laki yang bernama malim dewa, sehingga mengakibatkan sang putri tidak bisa kembali ke kayangan. penulis mengkaji judul ini untuk mengangkat legenda putri bensu yang ada di aceh tengah agar lebih dikenal masyarakat luas. jenis penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.. sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara yang melibatkan para tokoh, seniman, pelajar, dan masyarakat. dari hasil penelitian menggambarkan bahwa cerita legenda putri bensu tidak lagi dihiraukan, bahkan ada yang menganggap cerita legenda putri bensu hanya sebuah cerita dongeng dan tidak ada yang tahu persis bagaimana cerita asal usul ceritanya. kemungkinan, legenda putri bensu untuk ke depannya hanya menjadi cerita saja dan tidak ada upaya dari masyarakat untuk melestarikan. ada beberapa masyarakat dan pelajar menyatakan tahu keberadaan cerita legenda putri bensu, jumlah ini tidak relative banyak sehingga memungkinkan cerita legenda putri bensu akan menghilang dan tidak diketahui oleh generasi yang akan datang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP LEGENDA PUTRI BENSU DI KECAMATAN BIES ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas KIP Sendratasik,2023
Baca Juga : ANALISIS STRUKTUR LEGENDA DI KABUPATEN ACEH TENGAH (ELVIRA NELLI, 2019)
Abstract
Baca Juga : CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG BIES PENENTANAN KABUPATEN ACEH TENGAH (Dito Aldiano, 2025)