Kemampuan penalaran matematis perlu dikuasai oleh siswa agar mereka dapat melakukan analisis sebelum menarik kesimpulan. siswa yang kurang memiliki kemampuan penalaran matematis akan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika karena ketidakmampuannya menghubungkan informasi untuk menarik kesimpulan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa kelas viii di mtsn 2 aceh besar pada materi aritmatika sosial. penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method) dengan jenis concurrent triangulation designs. penelitian ini dilaksanakan di mtsn 2 aceh besar. pada tahap kuantitatif penelitian ini melibatkan 32 siswa, sedangkan untuk tahapan kualitatif melibatkan 7 siswa yang dikelompokkan sesuai dengan kategori kemampuan penalaran matematis. hasil pengelompokkan tersebut terdiri dari 1 siswa kategori baik, 2 siswa kategori cukup, 2 siswa kategori kurang dan 2 siswa kategori sangat kurang. teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan wawancara. sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. data kuantitatif dianalisis secara kuantitatif deskriptif sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan metode dari miles dan huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. dari hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa termasuk kategori cukup, baik 3%, cukup 47%, kurang 37,5% dan kategori sangat kurang sebanyak 12,5%. hasil analisis kualitatif menunjukkan siswa kategori baik menguasai 5 indikator penalaran matematis, kategori cukup hanya menguasai beberapa indikator penalaran matematis, kategori kurang menguasai 1 indikator penalaran matematis, sedangkan siswa kategori sangat kurang sama sekali tidak mampu menggunakan penalaran matematisnya sehingga tidak ada 1 pun indikator penalaran matematis yang ia kuasai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI MTSN 2 ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Matematika,2023
Baca Juga : KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SOCIAL ENVIRONMENT SISWA MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING DI KELAS VIII MTSN 1 BANDA ACEH (RIKA AULIA NANDA, 2018)
Abstract
Mathematical reasoning abilities need to be mastered by students so they can do analysis before drawing conclusions. Students who lack mathematical reasoning skills will have difficulty solving mathematical problems because of their inability to connect information to draw conclusions. This study aims to determine the mathematical reasoning abilities of class VIII students at MTsN 2 Aceh Besar on social arithmetic material. This study uses a mixed approach (mixed method) with the type of concurrent triangulation designs. This research was conducted at MTsN 2 Aceh Besar. In the quantitative phase of this study, 32 students were involved, while in the qualitative stage, 7 students were grouped according to the category of mathematical reasoning abilities. The grouping results consisted of 1 student in the good category, 2 students in the moderate category, 2 students in the less category and 2 students in the very poor category. Data collection techniques used in the form of tests and interviews. While the data analysis techniques used in this study are quantitative and qualitative data analysis techniques. Quantitative data were analyzed quantitatively descriptively while qualitative data were analyzed using the method of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. From the results of the analysis of quantitative data, it shows that students' mathematical reasoning abilities are in the sufficient category, 3% good, 47% sufficient, 37.5% less and 12.5% very poor category. The results of the qualitative analysis showed that students in the good category mastered 5 indicators of mathematical reasoning, the moderate category only mastered a few indicators of mathematical reasoning, the category lacked mastery of 1 indicator of mathematical reasoning, while students in the very poor category were completely unable to use their mathematical reasoning so there was not even 1 indicator of mathematical reasoning. which he controls.
Baca Juga : KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMPN 2 BANDA ACEH (Tria Tiara Mora S., 2016)