Dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi dan perencanaan pembangunan, perlu diketahui kondisi struktur bawah permukaan dan identifikasi sesar. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi variasi nilai resistivitas bawah permukaan, menginterpretasi struktur bawah permukaan dan mengidentifikasi sesar. penelitian ini dilakukan di kawasan sesar aceh yang melintasi kecamatan darul imarah, aceh besar. pengukuran dilakukan menggunakan dua lintasan yang menerus dengan panjang masing-masing lintasan 220 meter dan satu lintasan gabungan dari kedua lintasan tersebut. konfigurasi yang digunakan adalah wenner-schlumberger dengan elektroda berjumlah 30 buah dan spasi antar elektroda 10 meter. pengolahan data dilakukan menggunakan software res2dinv untuk menghasilkan model 2d. hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan nilai resistivitas batuan bervariasi antara (≤ 53 Ωm) – (≥ 54 Ωm) pada setiap lintasan. litologi struktur bawah permukaan daerah didominasi oleh batuan aluvium dan lapisan keras (bedrock). indikasi sesar terdapat pada jarak 145 meter dan kedalaman 12,8 – 31,9 meter dengan rentang nilai resistivitas sedang yaitu 53 – 58,6 Ωm. sesar ditandai dengan adanya bidang diskontinu dan perubahan signifikan pola kontur resistivitas yang ditunjukkan dengan pergeseran kedudukan lapisan batuan. kata kunci: sesar, resistivitas batuan, struktur bawah permukaan, konfigurasi wenner-schlumberger.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
KARYA KERJA ILMIAH
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN SESAR ACEH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS DI KECAMATAN DARUL IMARAH, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas MIPA (S1),2023
Baca Juga : INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN UNTUK MENGETAHUI ZONA KERUSAKAN JALAN DIKAWASAN ALUE NAGA, BANDA ACEH DENGAN METODE RESISTIVITAS (Rozia Navatin, 2018)
Abstract
In earthquake disaster mitigation and development planning, it is necessary to have knowledge of the condition of subsurface structures and identify fault. The purpose of this study is to determine the distribution of variations in subsurface resistivity values, interpret subsurface structures and identify fault. This research was conducted in the Aceh Fault area which traverses Darul Imarah District, Aceh Besar. Measurements were carried out using two continuous tracks with a length of 220 meters each and one combined track of the two lines. Measurements were utilizing the Wenner-Schlumberger configuration with 30 electrodes and 10 meters between electrodes. Data processing was done using Res2dinv software to produce a 2D model. The results obtained from this study indicate that the resistivity values of the rocks vary betwee (≤ 53 Ωm) – (≥ 54 Ωm) on each line. The subsurface lithology of this area is dominated by alluvium and bedrock. The fault indications observed at a distance of 145 meters and a depth of 12,8 – 31,9 meters with a moderate resistivity value range of 53 – 58,6 Ωm. The fault is characterized by the presence of discontinuous areas and significant changes in the resistivity contour pattern as indicated by alteration in the position of the rock layers. Keywords: fault, electrical resistivity of rocks, subsurface structures, Wenner-Schlumberger configuration.
Baca Juga : STUDI PENENTUAN STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN PADA KAWASAN GUNUNG PARO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS (Lisa Alfia, 2024)