Hiu merupakan hewan bertulang rawan (elasmobranchii) dengan pemanfaatan sumber daya ikan terbesar di dunia. indonesia merupakan negara dengan penghasil hiu terbesar di dunia dan setiap tahunnya menghasilkan sekitar 100 ribu ton dan diperkirakan lebih dari 75 jenis hiu ditemukan diseluruh perairan indonesia. aceh merupakan salah satu provinsi yang di indonesia yang mempunyai hasil hiu tertinggi. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies ikan hiu dan status konservasi ikan hiu di pps lampulo. penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober sampai desember 2021. pengambilan sampel ikan hiu dilakukan di pps lampulo. metode ekstraksi dna dilakukan dengan menggunakan protocol ctab yang telah dimodifikasi. penelitian ini mengidentifikasi sebanyak 24 sekuen coi yang terdiri dari lima spesies ikan hiu, yaitu alopias pelagicus, alopias superciliosus, galeocerdo cuvier, carcharhinus leucas, dan carcharhinus falciformis. status konservasi dari kelima spesies ikan hiu dalam hiu dalam penelitian ini terdaftar ke dalam kategori endangered (en), near threatened (nt), vulnerable (vu). di red list international union for the conservation of natural resources (iucn). penelitian ini menunjukkan jarak genetik intraspesies kurang dari 2% yaitu dengan nilai 0,050%. penelitian ini dapat menjadi basis data dna barcoding ikan hiu yang berperan penting untuk mendukung industri perikanan, sebagai data pelengkap data perikanan tentang ikan hiu yang banyak tertangkap oleh nelayan dan jenis ikan hiu yang rentan punah. kata kunci: ikan hiu, dna barcoding, status konservasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DNA BARCODING DAN STATUS KONSERVASI IKAN HIU YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) LAMPULO. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : KAJIAN PERAN PSDKP DAN PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PELAYANANNYA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA, BANDA ACEH (Anhar Rezeki, 2022)
Abstract
Sharks are cartilaginous animals (Elasmobranchii) with the world's most extensive use of fish resources. Indonesia is a country with the largest shark producer in the world and annually produces around 100 thousand tons it is estimated that more than 75 species of sharks are found throughout Indonesian waters. Aceh is one of the provinces in Indonesia that has the highest shark yields. The purpose of this study was to identify shark species and the conservation status of sharks in PPS Lampulo. This research was conducted from October to December 2021. The sampling of sharks was carried out at PPS Lampulo. The DNA extraction method was carried out using a modified CTAB protocol. This study produced 24 COI sequences of five shark species, namely Alopias pelagicus, Alopias superciliosus, Galeocerdo cuvier, Carcharhinus leucas, and Carcharhinus falciformis. The conservation status of the five shark species in sharks in this study were listed in the Endangered (EN), Near Threatened (NT), and Vulnerable (VU) categories. on the International Union for the Conservation of Natural Resources (IUCN) Red List. This study shows that the intraspecies genetic distance is less than 2% with a value of 0.050%. This research can be used as a database for shark DNA barcoding, which plays an important role in supporting the fishing industry, as complementary data for fisheries data on sharks caught by many fishermen and shark species that are vulnerable to extinction. Keywords: Shark, DNA barcode, conservation status