Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi menahun yang berakibat fatal seperti penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki (gangrene) atau timbulnya impotensi, sehingga diperlukan pencegahan dan pengobatan yang optimal dengan tanaman obat. pada saat ini salah satu pengobatan dapat dilakukan dengan obat bahan alam yaitu dengan kulit jengkol (pithecelobium jiringa). metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (ral) dalam 5 ulangan. perlakuan terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif dan tikus yang di beri infusa kulit jengkol dengan dosis 4,5 g/tikus, 9g/tikus dan 18 g/tikus. hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan (rattus norvegicus). data yang diperoleh, dianalisis secara statistik dengan uji friedman. hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar glukosa darah setelah 3 sampai 7 hari perlakuan, dengan rata - rata penurunan dari 497 mg/dl ke 103 mg/di. untuk melihat efektivitas dosis dilakukan uji kruskal wallis dengan p 0,005. infusa kulit jengkol (pithecellobium jiringa) menurunkan kadar glukosa darah tik:us yang telah dibuat hiperglikemia. peningkatan dosis tidak mempengaruhi penurunan kadar gula darah tikus yang diinduksi aloksan. kata kunci : infusa kulit jengkol, penurunan gula darah, tikus (rattus noervegicus)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEKTIFITAS INFUSA KULIT JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA)RNTERHADAP PENURUNAN GULA DARAH TIKUS (RATTUS NOVERGICUS) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL KULIT ASAM KUMBANG (MANGIFERA QUADRIFIDA JACK) PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR (Febby Dara Pratiwi, 2018)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH INFUSA DAUN MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) TERHADAP JUMLAH DIFERENSIAL LEUKOSIT TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES (Wessy Annisa Faralnate, 2023)