Dalam pelaksanaan pemilu, salah satu problematika yang terus terjadi adalah masih sulitnya perempuan menduduki kursi di parlemen. salah satu yang menjadi factor terkait sulitnya perempuan menduduki kursi adalah adanya ketimpangan gender yang masih begitu jauh. fenomena tersebut juga terjadi di aceh, salah satunya aceh besar. berdasarkan data dari pemilu legislaif 2019 aceh besar dari total 203 orang perempuan yang mendaftar hanya satu orang saja yang berhasil memperoleh kursi dprk yaitu eka riskina. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi marketing politik yang digunakan dan mengetahui pola marketing yang paling efektif yang digunakan oleh eka riskina dalam memperoleh kursi dprk aceh besar. teori dalam penelitian ini menggunakan teori marketing politik 4p firmanzah dan 3p adman nursal. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukan strategi marketing politik yang dijalankan oleh eka riskina sehingga berhasil memperoleh kursi dprk aceh besar menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan secara langsung (push marketing) yang di dalamnya terdapat product dan place, pendekatan dengan memanfaatkan media (pull marketing) yang di dalamnya terdapat promotion dan price, pendekatan dengan menggandeng tokoh (pass marketing). pola marketing yang paling efektif dan berpengaruh dalam keberhasilan eka riskina adalah pendekatan secara langsung (push marketing) dengan bauran product dan place di dalamnya. diharapkan eka riskina dapat memperbanyak produk politiknya, memperbanyak kegiatan yang bersifat pemberdayaan, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan hubungan baik dengan masyarakat. kata kunci: marketing politik, eka riskina, legislatif
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI MARKETING POLITIK EKA RIZKINA DALAM MEMPEROLEH KURSI DPRK ACEH BESAR TAHUN 2019. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2023
Baca Juga : PENGARUH ABRAR MUDA TERHADAP PEROLEHAN JUMLAH KURSI DPRK PARTAI PNA DI KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2019 (RUSDI HENDRI GUSMITA, 2021)
Abstract
In the implementation of elections, one of the problems that often happens is the difficulty for women to occupy seats in parliament. One of the factors related to the difficulty for women to occupy seats is the gender gap which is still very large. This phenomenon also occurs in Aceh, which is in Aceh Besar. Based on data from legislative election 2019 in Banda Aceh, from the total of 203 women who registered, only one person who succeed to get a legislative seat, named Eka Riskina. The purpose of this study was to find out the political marketing strategy used by Eka Riskina and to find out the most effective marketing pattern used by Eka Riskina in obtaining a seat in the Aceh Besar Legislative. The theories in this research are political marketing theory 4P Firmanzah and 3P Adman Nursal. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection methods using interviews and documentation techniques. The results of the study show that the political marketing strategy implemented by Eka Riskina in order to succeed in obtaining a seat in the Aceh Besar legislative is by using three approaches, namely a direct approach (push marketing) which includes products and places, an approach by utilizing the media (pull marketing), which includes promotion and price, an approach by holding figures (pass marketing). The most effective and influential marketing pattern in Eka Riskina's success is a direct approach (push marketing) with a product mix and place in it. It is hoped that Eka Riskina will be able to increase her political output, increase empowerment activities, and maintain the trust that has been given to her and maintain good relations with the society. Keywords: Political Marketing, Eka Riskina, Legislative
Baca Juga : ANALISIS PENURUNAN PEROLEHAN KURSI PARTAI ACEH DALAM PEMILU SERENTAK DI DPRK BANDA ACEH TAHUN 2024 (nurul septya, 2024)