Asesmen kompetisi minimum (akm) merupakan salah satu penilaian yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan. salah satu kompetensi yang diukur dalam akm ialah numerasi. namun, kemampuan numerasi siswa masih belum seperti yag diharapkan. hal tersebut dikarenakan belum dilaksakannya pembelajaran yang berorientasi pada akm, sehingga dibutuhkan perangkat yang berorientasi pada akm untuk melatih numerasi siswa. penelitian ini sebagai upaya menyediakan lintasan belajar, rpp, dan lkpd yang dapat dijadikan acuan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk melatih numerasi siswa dengan kontek dan konten dalam akm. penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pada konteks sosial budaya konten geometri dan pengukuran yang valid. penelitian ini menjalankan model pengembangan plomp dengan tiga tahapan yaitu pengkajian awal, perancangan, dan penilaian. berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini hanya menjalankan dua dari tiga tahapan tersebut yaitu tahap pengkajian awal dan perancangan.tahap pengkajian awal terdiri atas kegiatan analisis kebutuhan, analisis konten, konteks, dan level kognitif, analisis kompetensi, dan analisis lintasan belajar, rpp, dan lkpd. tahap perancangan yaitu tahap pengembangan lintasan belajar, rpp, dan lkpd dan kegiatan validasi. sumber data pada penelitian ini yaitu validator yang merupakan ahli di bidang pendidikan matematika dan akm dan teman sejawat yang sedang meneliti tentang akm. instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar analisis kebutuhan dan lembar validasi untuk setiap perangkat. teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lintasan belajar, rpp, lkpd pada konteks sosial budaya konten geometri dan pengukuran untuk tiga kali pertemuan memenuhi kriteria valid dari aspek isi dan konstruk. implikasi penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini perlu diujicobakan untuk menguji kepraktisan serta diterapkan pada beberapa sekolah untuk mengukur efektivitas. kata kunci: pengembangan pembelajaran, konteks sosial budaya, konten geometri dan pengukuran, numerasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN KONTEKS SOSIAL BUDAYA KONTEN GEOMETRI DAN PENGUKURAN UNTUK MELATIH NUMERASI SISWA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Matematika,2023
Baca Juga : KEMAMPUAN NUMERASI SISWA MELALUI MODEL PJBL DENGAN KONTEKS OBAT HERBAL DI KELAS VII SMP (Lia Inayatul Maula, 2023)
Abstract
The Minimum Competition Assessment (AKM) is one of the assessments determined by the Ministry of education and culture. One of the competencies measured in the AKM is numeracy. However, students' numeracy skills are still not as expected. This is because AKM-oriented learning has not been carried out yet, so AKM-oriented tools are needed to train students' numeracy. This research is an effort to provide learning trajectories, lesson plans, and worksheets that can be used as a reference for teachers in carrying out learning to train students' numeracy with the context and content in AKM. This study aims to produce learning tools in the socio-cultural context of geometry content and valid measurements. This research uses the Plomp development model with three stages, namely initial assessment, design, and assessment. Based on the research objectives, this study only carried out two of the three stages, namely the initial assessment and design stages. The initial assessment stage consisted of needs analysis, content analysis, and cognitive level analysis, competency analysis, and learning trajectory analysis, lesson plans, and worksheets. The design stage is the development stage of the learning trajectory, lesson plans and worksheets and validation activities. The source of data in this study is the validator who is an expert in the field of mathematics education and AKM and colleagues who are researching AKM. The research instrument used was a needs analysis sheet and a validation sheet for each device. Data analysis techniques were carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the learning trajectory, lesson plans, worksheets in the socio-cultural context of geometry content and measurements for three meetings meet valid criteria from the content and construct aspects. The implication of this research is that the learning tools produced in this study need to be tested to test their practicality and be applied to several schools to measure effectiveness. Keywords: Learning Development, Socio-Cultural Context, Geometry and Measurement Content, Numeration
Baca Juga : PENGEMBANGAN SOAL NUMERASI DENGAN KONTEKS KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SISWA SMP KELAS VII (RAHMADIA TIARA AGUSTA, 2023)