Pasien yang menderita penyakit kronis seperti gagal ginjal sering mengalami gejala yang dapat mengganggu kemampuan untuk melanjutkan gaya hidup normal yang selama ini dijalani. pasien merasa kehilangan tujuan hidup yang mempengaruhi kekuatan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan fungsi yang dialami. oleh karena itu, spiritualitas yang dimiliki pasien dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh penyakit kronis seperti gagal ginjal. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spiritualitas yang dimiliki oleh pasien gagal ginjal k:ronik yang sedang menjalani hemodialisis di instalasi dialisis rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin banda aceh. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksloratif dengan desain cross sectional. sampel dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 50 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan pernyataan dalam bentuk skala likert. hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal yang sedang menjalani hemodialisis memiliki spiritualitas yang baik (94%). hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien gagal ginjal sudah memiliki spiritualitas yang baik. diharapkan kepada perawat di instalasi dialisis agar dapat mengoptimalkan asuhan keperawatan terkait aspek spiritual kepada semua pasien yang sedang menjalani hemodialisis, sehingga kedepannya seluruh pasien memilik:i spiritualitas yang baik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN SPIRITUALITAS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI DIALISISRNRUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2012
Baca Juga : KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Safira Zahara, 2023)
Abstract
Baca Juga : GAMBARAN SEROSTOMIA PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH (Nadya Syahana, 2015)