Obesitas dapat meningkatkan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan hiperinsulinemia yang sering terjadi pada remaja. kondisi hiperinsulinemia juga menyebabkan peningkatan kadar insulin-like growth factor (igf-1) dalam darah yang memicu terjadinya achantosis nigricans (an). diabetes mellitus menempati peringkat keenam penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia di mana 90% di antaranya merupakan diabetes mellitus tipe 2 (dmt2). penilaian risiko prediabetes sejak dini dibutuhkan guna mencegah dmt2 terutama pada remaja obesitas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan acanthosis nigricans dengan kejadian prediabetes pada remaja obesitas di sma negeri 2 kota banda aceh. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. sampel penelitian terdiri dari 63 remaja obesitas di sma negeri 2 kota banda aceh yang mayoritasnya berjenis kelamin perempuan (63,5%), berusia 16 tahun (41,3%), dan berada pada kelas xi (41,3%). terdapat remaja obesitas yang mengalami prediabetes (33,3%) dan an (60,3%). analisis koefisien kontingensi c menunjukkan p-value = 0,036 dan r = 0,286 sehingga terdapat hubungan signifikan antara acanthosis nigricans dengan kejadian prediabetes pada remaja obesitas di sma negeri 2 kota banda aceh dengan korelasi rendah. pada remaja obesitas, an dapat dijadikan parameter untuk menilai risiko prediabetes.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ACANTHOSIS NIGRICANS DENGAN KEJADIAN PREDIABETES PADA REMAJA OBESITAS DI SMA NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : HUBUNGAN OBESITAS DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMP 6 DI KOTA BANDA ACEH (M. Danil Asadullah, 2019)
Abstract
Obesity can increase blood sugar levels due to insulin resistance and hyperinsulinemia which usually occurs in adolescents. Hyperinsulinemia also increases the Insulin-Like Growth Factor (IGF-1) levels in the blood that triggers the occurrence of Achantosis Nigricans (AN). Diabetes mellitus is known as the sixth disease with significant global mortality, in which 90% of the cases are Type-2 Diabetes Mellitus (T2DM). Early prediabetes risk assessment is needed to prevent T2DM, especially in obese adolescents. The study is aimed to determine the relationship between acanthosis nigricans and prediabetes incidence among obese adolescents at SMA Negeri 2 Banda Aceh. An observational analytic research was conducted with cross sectional design. The sample consists of 63 obese adolescents at SMA Negeri 2 Kota Banda Aceh, dominated by female (63.5%), aged 16 years (41.3%), and were in class XI (41.3%). There are obese adolescents who have prediabetes (33.3%) and AN (60.3%). Analysis of the contingency coefficient C shows p-value = 0.036 and r = 0.286, implying that there is a significant relationship between acanthosis nigricans and the prediabetes incidence in obese adolescents at SMA Negeri 2 Kota Banda Aceh with low level correlation. In obese adolescents, AN can be used as a parameter to assess the risk of prediabetes.