Perceived risk merupakan pendapat, tanggapan atau perasaan atas risiko yang dihadapi fasilitas kesehatan tingkat pertama (fktp) atas ketidakpastian dan konsekuensi yang mungkin akan diterima akibat kerjasama dengan bpjs kesehatan. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perceived risk pimpinan fktp dalam kerjasama dengan bpjs kesehatan di kota banda aceh. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yakni semua pimpinan fktp yang bekerjasama dengan bpjs kesehatan di kota banda aceh yang berjumlah 37 orang. analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi perceived risk sosial, finansial, hukum, dan kinerja dari pimpinan fktp dalam kerjasama dengan bpjs kesehatan di kota banda aceh. seluruh pimpinan fktp memiliki derajat yang dominan tinggi untuk semua jenis perceived risk yakni sosial (56,52%), finansial (70,27%), hukum (45,46%), dan kinerja (91,92%). kemungkinan terjadinya kerugian di area kinerja dan finansial merupakan tantangan terbesar yang harus diantisipasi oleh pimpinan fktp. kedua jenis risiko tersebut dapat mempengaruhi kualitas layanan secara keseluruhan dan berimplikasi sosial dan hukum. dapat disimpulkan bahwa pimpinan fktp yang bekerjasama dengan bpjs kesehatan di kota banda aceh memiliki penilaian bahwa bekerjasama dengan bpjs kesehatan memiliki risiko yang tinggi terutama kemungkinan memperoleh kerugian dari sisi kinerja dan finansial. kata kunci: fasilitas kesehatan tingkat pertama, perceived risk, bpjs kesehatan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERCEIVED RISK PIMPINAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM KERJASAMA DENGAN BPJS KESEHATAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : PROSEDUR LAYANAN BAGI PESERTA BPJS PADARNBPJS KESEHATAN BANDA ACEH (DEFRIZAL WAHYUDI SOFYAN, 2015)
Abstract
Perceived risk is an opinion, response or feeling about the risks faced by First Level Health Facility (FKTP) due to the uncertainty and consequences that may be received as a result of cooperation with Health Care and Social Security Agency. The aim of the study was to determine the perceived risk of FKTP leaders in collaboration with Health Care and Social Security Agency in Banda Aceh. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. Sampling was carried out using a total sampling technique, such as all FKTP leaders who collaborated with Health Care and Social Security Agency in Banda Aceh, totaling 37 people. Univariate analysis was used to determine the frequency distribution of social, financial, legal, and performance perceived risk from FKTP leaders in collaboration with Health Care and Social Security Agency in Banda Aceh. All FKTP leaders have a high degree of dominance for all types of perceived risk, namely social (56.52%), financial (70.27%), legal (45.46%), and performance (91.92%). The possibility of loss in the performance and financial areas is the biggest challenge that FKTP leaders must anticipate. Both types of risk can affect the overall service quality and have social and legal implications. It can be concluded that the FKTP leaders who work with Health Care and Social Security Agency in Banda Aceh have an assessment that working with Health Care and Social Security Agency has a high risk, especially the possibility of obtaining losses in terms of performance and finances. Keywords: First Level Health Facility, Perceived Risk, Health Care and Social Security Agency
Baca Juga : TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT KOTA RNBANDA ACEH DALAM PENYELENGGARAAN RNBADAN PENYELENGGARA JAMINAN RNSOSIAL (BPJS) KESEHATAN (EMMA DELILA, 2015)