Abstrak— status gizi pada anak usia di bawah dua tahun (baduta) harus mendapat perhatian lebih karena dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang baduta. pemantauan status gizi pada baduta, salah satunya dapat dilihat dengan cara mengukur nilai bmi (body mass index) pada tubuh baduta dengan mengkalkulasikan nilai tinggi dan berat badan. demi memudahkan pengukuran bmi pada baduta, dirancang sebuah alat pengukuran bmi menggunakan komponen elektronik dan akan dihubungkan ke dalam smartphone. alat ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi/panjang badan baduta dan sensor load cell untuk mengukur berat badan baduta. data pengukuran setiap parameter akan ditampilkan secara online pada aplikasi blynk menggunakan dua buah widget, yaitu gauge untuk menampilkan data berat badan, tinggi badan, dan bmi, sedangkan status berat badan akan menggunakan widget bernama label. sensor yang digunakan memiliki keakuratan dan tingkat presisi yang baik, sensor berat memiliki 0.64% error dengan tingkat presisi ± 0 sampai ± 0.03 dan sensor tinggi memiliki 0.85% error dengan tingkat presisi ± 0.01 sampai ± 0.07. pengujian dilakukan pada 5 baduta di posyandu labuy kabupaten aceh besar, dari 5 orang baduta hanya satu orang yang mengalami obesitas, dua orang yang memiliki berat badan kurang, dan dua orang memiliki berat badan ideal. berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa prototipe telah bekerja dengan baik dan dapat dipantau dari jarak jauh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RANCANG BANGUN PERANGKAT IOT UNTUK MENGUKUR NILAI INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA ANAK USIA 0 - 2 TAHUN. Banda Aceh Fakultas Teknik Elektro dan Komputer,2023
Baca Juga : MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN RANCANG BANGUN BALOK DI PAUD IT AL-FATIH KOTA BANDA ACEH (Dewi Wahyuni, 2016)
Abstract
Abstract— Nutritional status in children under two years old (baduta) should receive more attention because it can affect the growth and development of baduta. Monitoring nutritional status in baduta can be seen, among other things, by measuring the BMI (Body Mass Index) value on the baduta body by calculating the height and weight values. In order to facilitate BMI measurement in the baduta, a BMI measurement tool is being designed using electronic components and will be connected to a smartphone. This tool uses an ultrasonic sensor to measure the height of the baduta and a load cell sensor to measure the body weight of the baduta. Parameter measurement data will be displayed online in the Blynk application using two widgets, namely gauge to display weight, height, and BMI data, while weight status will use a widget called labels. The sensors used have good accuracy and precision levels; heavy sensors have 0.64% errors with precision levels ± 0 to ± 0.03 and high sensors have 0.85% errors with precision levels ± 0.01 to ± 0.07. Testing was carried out on five baduta in Posyandu Labuy, Aceh Besar Regency, of the 5 Baduta, only one person is obese, two people are underweight, and two people are at their ideal weight. Based on the results obtained it can be concluded that the prototype has worked well and can be monitored remotely.
Baca Juga : HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, USIA MENARCHE, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DYSMENORRHEA PRIMER PADA WANITA (Diva Riamilda Irianto, 2017)