Banyaknya peran dan tugas yang harus dipenuhi dapat mengurangi pengalaman kebermaknaan kerja yang dirasakan oleh guru. kebermaknaan kerja yang rendah selanjutnya akan berdampak pada kinerja guru dan kualitas pendidikan yang dihasilkan.peningkatan kebermaknaan kerja salah satunya dapat dilakukan melalui job crafting, yaitu perilaku proaktif individu untuk menyeimbangkan antara tuntutan tugas dengan sumber daya yang dimiliki. penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara job crafting dengan kebermaknaan kerja pada guru sekolah menengah di banda aceh. penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan menggunakan purposive sampling sebagai teknik penentuan sampel. responden dalam penelitian terdiri dari 273 orang guru dengan pengalaman kerja minimal 10 tahun dan bekerja di kota banda aceh. alat ukur yang digunakan berupa work and meaning inventory yang diadaptasi dari steger, dik, dan duffy (2012) dengan reliabilitas 0.865 dan job crafting scale yang diadaptasi daritims, bakker, dan derks (2012) dengan reliabilitas 0.876. hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara job crafting dan kebermaknaan kerja dengan taraf kekuatan hubungan yang cukup (p:0.000; r:0.370).pengembangan diri yang dihasilkan dari perilaku job crafting dinilai sebagai salah satu dampak positif dari pekerjaan terhadap diri individu. sehingga dengan melakukan job crafting, individu dapat menentukan metode yang sesuai dengan kebutuhan dirinya dalam melaksanakan pekerjaan agar sesuai dengan arti kebermaknaan kerja yang diinginkan. kata kunci:guru, job crafting, kebermaknaan kerja
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DENGAN KEBERMAKNAAN KERJA PADA GURU SEKOLAH MENENGAH DI BANDA ACEH. Banda Aceh Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah,2023
Baca Juga : PENGARUH JOB CRAFTING TERHADAP KINERJA YANG MASING-MASING DIMEDIASI OLEH WORK ENGAGEMENT DAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Syahrul, 2021)
Abstract
The many roles and tasks that must be fulfilled can reduce the experience of work meaningfulness felt by teachers. Low work meaningfulness will then have an impact on teacher performance and the quality of education produced. Increasing work meaningfulness can be done through job crafting, which is an individual's proactive behavior to balance the demands of the task with the resources owned. This study aims to look at the relationship between job crafting and work meaningfulness in secondary school teachers in Banda Aceh. This study was conducted using quantitative methods with a correlational approach and using purposive sampling as a sampling technique. Respondents in the study consisted of 273 teachers with a minimum work experience of 10 years and working in Banda Aceh City. The measuring instruments used were the Work and Meaning Inventory adapted from Steger, Dik, and Duffy (2012) with a reliability of 0.865 and the Job Crafting Scale adapted from Tims, Bakker, and Derks (2012) with a reliability of 0.876. The results showed that there is a positive and significant relationship between job crafting and work meaningfulness with a moderate level of relationship strength (p: 0.000; r: 0.370). Self-development resulting from job crafting behavior is considered as one of the positive impacts of work on the individual. So that by doing job crafting, individuals can determine the method that suits their needs in carrying out work in order to match the desired meaningfulness of work. Keywords: job crafting, teacher, work meaningfulness
Baca Juga : HUBUNGAN MOTIVASI GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KEPUASAN KERJA GURU PADA SMA NEGERI 7 KOTA BANDA ACEH (Cut Yusrita, 2025)