Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CUT MELLY HILLIRIKIRJA, TINJAUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENGADILAN NEGERI BLANGPIDIE. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023

Kecelakaan kerja kerap terjadi pada pembangunan konstruksi salah satunya terjadi pada pembangunan konstruksi gedung, maka dari itu perlindungan tenaga kerja dari pekerjaan konstruksi sangat perlu diterapkan, hal ini dapat meminimalisir dan menghindari risiko kecelakaan kerja pada sebuah proyek, kurangnya pengetahuan tentang keselamatan konstruksi umumnya dikarenakan masih adanya anggapan bahwa program k2 hanya akan menjadi beban tambahan pada perusahaan. oleh karna itu perlu diterapkan sistem manajemen keselamatan konstruksi (smkk) pada pembangunan konstruksi gedung. salah satu proyek yang telah dibangun adalah proyek pembangunan gedung pengadilan negeri blangpidie, lokasinya berada di jalan bukit hijau komplek perkantoran blangpidie, kec. blangpidie kab. aceh barat daya. permasalahan dari penelitian ini bagaimana pelaksana konstruksi menerapkan sistem manajemen keselamatan konstruksi (smkk) sesuai dengan peraturan menteri pupr no. 10 tahun 2021. banyak hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penerapan smkk, pasca diterapkan peraturan menteri pupr no 10 tahun 2021, yang menjadi permasalahan perusahaan akan kelalaian dalam menerapkan smkk pada pembangunan konstruksi gedung. pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung ini, tentu memiliki risiko kecelakaan kerja pada lingkungan proyek, dikarenakan proyek tersebut tergolong besar dan memiliki nilai kontrak yang besar pula, sehingga perlu adanya penerapan smkk yang baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan smkk pada proyek pembangunan gedung pengadilan negeri blangpidie. metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada 10 responden yang telah ditentukan berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian pengolahan dan analisis data dengan metode deskriptif kualitatif. adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah persentase penerapan smkk sebanyak 85% persentase yang diterapkan pada proyek pembangunan gedung pengadilan negeri blangpidie. angka ini termasuk kedalam kategori memuaskan atau kategori baik tetapi juga perlu tinjauan lebih lanjut dan penerapan yang lebih represif guna tercapai tujuan penerapan smkk.



Abstract

Occupational accidents often occur in construction construction, one of which occurs in building construction, therefore labor protection from construction work really needs to be implemented, this can minimize and avoid the risk of work accidents on a project, lack of knowledge about construction safety is generally due to the existence the notion that the K2 program will only be an additional burden on the company. Therefore, it is necessary to apply a Construction Safety Management System (SMKK) in building construction. One of the projects that has been built is the Blangpidie District Court Building project, located on Jalan Bukit Hijau, the Blangpidie office complex, Kec. Blangpidie Kab. Southwest Aceh. The problem of this research is how construction workers implement the Construction Safety Management System (SMKK) in accordance with PUPR Ministerial Regulation No. 10 of 2021. There are many things that need to be considered related to the implementation of SMKK, after the implementation of PUPR Ministerial Regulation No. 10 of 2021, the company's problem is negligence in implementing SMKK in building construction. The implementation of the construction of this building, of course, has a risk of work accidents in the project environment, because the project is relatively large and has a large contract value, so it is necessary to implement a good SMKK in accordance with applicable regulations. The purpose of this study was to determine the application of SMKK in the Blangpidie District Court Building Construction Project. The research method was carried out using descriptive method. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 10 respondents who had been determined based on certain characteristics, then processing and analyzing data using a qualitative descriptive method. The research results obtained are the percentage of SMKK implementation as much as 85% of the percentage applied to the Blangpidie District court building construction project. This figure is included in the satisfactory or good category but also needs further review and more repressive application in order to achieve the objectives of implementing SMKK.



    SERVICES DESK