Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Khairaini, KESESUAIAN URBAN SPRAWL (PERKEMBANGAN KOTA) TERHADAP LAHAN TERBANGUN DENGAN POLA RUANG RTRW (RENCANA TATA RUANG WILAYAH) DI KOTA SUBULUSSALAM. Banda Aceh Fakultas mipa,2023

Kota adalah suatu kawasan yang berpendudukan padat dan memiliki tingkat keramaian yang tinggi sehingga perkembangan fisik kota merupakan konsekuensi dari peningkatan jumlah penduduk dan segala aktivitasnya yang ada pada suatu wilayah kota. akibatnya, terjadi kecenderungan pergeseran aktivitas perkotaan ke pinggiran dan pembangunan wilayah secara acak (urban sprawl). pemerintah membuat rencana kawasan perkotaan selama dua puluh tahun dengan kriteria dan dasar tertentu. oleh karena itu, perencanaaan wilayah kota harus dipertahankan setidaknya dalam periode yang sesuai dengan struktur ruang yang ada dalam rtrw kota subulussalam tahun 2014-2034 yang menunjukkan pemerataan pusat-pusat pelayanan, sesuai dengan skala pelayanan di kota subulussalam. pemerintah daerah terlalu memaksakan kepentingan sosial ekonomi yang justru menghambat pelaksanaan rtrw, sehingga kegiatan lingkungan terabaikan. namun demikian, kesesuaian tersebut tetap perlu diperhatikan untuk mewujudkan pembangunan kota yang teratur, terencana, dan berkelanjutan, baik fisik maupun sosial. tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang perubahan lahan terbangun tahun 2015-2022 serta keselarasan lahan terbangun dengan pola ruang rtrw tahun 2014-2034 dan analisis urban sprawl yang terjadi di kota subulussalam. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis data spasial menggunakan sistem informasi geografis yang ditinjau dari dua seri waktu, yaitu tahun 2015 dan 2022 yang diolah dengan melalui proses reclassify, overlay di aplikasi arcgis, dan analisis penggunaan lahan terbangun di aplikasi terrset dan tahap pemodelan di aplikasi qgis. hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan terbangun tahun 2015 adalah 1336.30 ha dan tahun 2022 adalah 1568.64 ha dan perubahan lahan terbangun yang terjadi adalah bertambah seluas 232,34 ha. keselarasan lahan terbangun antara tahun 2032 dengan pola ruang rtrw tahun 2014-2034 yang selaras adalah 1191.18 ha (87.43%) dan yang tidak selaras adalah 171.19 ha (12,57%). urban sprawl yang terjadi adalah merembet ke arah kecamatan simpang kiri dan kecamatan penanggalan dan pola perkembangan yang terjadi cenderung sektoral dan tipe perkembangannya adalah perembetan memanjang (ribbon development). kata kunci: arcgis, terrset, qgis, google earth, rtrw, esri lu-lc, urban sprawl



Abstract

A city is an area or area that has a high level of crowds and population density so that the physical development of the city is a consequence of an increase in the number of residents and all its activities in a city area. As a result, there is a tendency to shift urban functions to suburban areas and the development of areas randomly (urban sprawl). The government drafts a city layout for a period of twenty years through a variety of criteria and specific reasons. Therefore, at least within that period of time, the spatial layout of the city must be maintained in accordance with the existing spatial structure in the 2014-2034 Subulussalam City RTRW which shows an even distribution of service centers, in accordance with the scale of services in the city of Subulussalam. There are too many socioeconomic interests that the local government wants to implement, so in fact it affects the implementation of the RTRW which causes the functioning of the environment to be neglected. However, this conformity must still be adhered to to create an orderly, planned, and sustainable urban development both physically and socially. The purpose of this study is to provide information about the changes in built-up land in 2015-2022 as well as the alignment of built-up land with the RTRW Space Pattern in 2014-2034 and Urban Sprawl Analysis that occurred in Subulussalam City. The method used in this study is descriptive. The analysis carried out in this study is spatial data analysis using Geographic Information Systems which are reviewed from two time series, namely 2015 and 2022 which are processed through a reclassify process, overlays in the Arcgis application, and built-up land use analysis in the TerrSet Application and the modeling stage in the Qgis Application. The results showed that the area of built-up land in 2015 was 1336.30 Ha and in 2022 it was 1568.64 Ha and the change in built-up land that occurred was an increase of 232.34 Ha. The alignment of Built Land between 2032 and the RTRW Spatial Pattern for 2014-2034 aligned is 1191.18 Ha (87.43%) and the misaligned is 171.19 Ha (12.57%). Urban Sprawl that occurs is spreading towards Simpang Kiri District and Penanggalan District and the Development Pattern that occurs tends to be sectoral and the type of development is elongated crushing (Ribbon Development) Keywords: Arcgis, TerrSet, Qgis, Google Earth, RTRW, Esri LU-LC, Urban Sprawl



    SERVICES DESK