Salah satu wilayah penghasil kopi arabika di provinsi aceh adalah kabupaten bener meriah. pengembangan lahan perkebunan kopi telah dilakukan sejak tahun 1908 dan terus tumbuh sumbur hingga saat ini. kopi arabika di wilayah ini ditanami mulai dari ketinggian 800 meter diatas permukaan laut (m dpl) ke atas dan tercatat dengan luas kurang lebih 47.000 hektar (bps, 2022). berdasarkan data dari dinas kehutanan dan perkebunan kabupaten aceh tengah dan kabupaten bener meriah, jumlah rata-rata produktivitas kopi arabika berkisar antara 600-800 kg/ha/tahun. kopi arabika yang diproduksi oleh para petani kopi di kabupaten bener meriah merupakan komoditas ekspor yang telah diakui kualitasnya secara nasional maupun internasional. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei lapangan untuk mendapatkan informasi tentang kelas kesesuaian lahan kopi arabika di kabupaten bener meriah. data produksi kopi arabika diperoleh dengan melakukan taksasi produksi, dengan menghitung jumlah biji gelondong merah pada tanaman kopi, serta dilakukan pengamatan mutu kualitas fisik. sedangkan untuk mendapatkan data hubungan antara produksi dan kelas kesesuaian lahan dilakukan analisis menggunakan software spss 26. hasil dari analisis kelas kesesuaian lahan tanaman kopi arabika di kabupaten bener meriah adalah banyak lahan kopi yang di tanami pada kelas s3 (sesuai marginal) dengan kendala kurangnya unsur hara dalam tanah dan kelerengan yang terlalu curam. jika dilakukan usaha perbaikan maka kelas kesesuaian lahannya menjadi s1 (sangat sesuai). untuk hasil analisis produksi kopi arabika berdasarkan hasil taksasi produksi berkisar 800-950 kg/ha biji bersih. setelah dua data sebelumnya diperoleh kemudian dilakukan analisis regresi linier berganda antara variabel kelas kesesuaian lahan dan produksi kopi, maka diperoleh nilai r (koefisien korelasi) sebesar 0,926 maka variabel kelas kesesuaian lahan dan produksi kopi berpengaruh secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat, dengan nilai koefisien determinasi atau r square adalah 0,857. kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata dari kelas kesesuaian lahan tanaman kopi arabika di kabupaten bener meriah adalah s3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas kurangnya unsur hara dan kelerengan. dengan tingkat produksi berkisar 800-900 kg/ha biji bersih. dengan tingkat korelasi sangat kuat dengan nilai 0,857. perlu dilakukannya pemberian pupuk organik cair ataupun pupuk organik lainnya untuk meningkatkan produksi kopi arabika di kabupaten bener meriah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK LAHAN DAN PRODUKSI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian (S1),2022
Baca Juga : EVALUASI KESESUAIAN LAHAN KOPI ARABIKA DI KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH (Sazali, 2024)
Abstract
One of the Arabica Coffee producing areas in Aceh Province is Bener Meriah Regency. The development of coffee plantations has been carried out since 1908 and continues to grow to this day. Arabica coffee in this area is planted from an altitude of 800 meters above sea level (m asl) and above and is recorded with an area of approximately 47,000 hectares (BPS, 2022). Based on data from the Forestry and Plantation Services of Central Aceh District and Bener Meriah District, the average productivity of Arabica coffee ranges from 600-800 kg/ha/year. Arabica coffee produced by coffee farmers in Bener Meriah Regency is an export commodity whose quality has been recognized both nationally and internationally. The method used in this study was a field survey to obtain information about the land suitability class of Arabica Coffee in Bener Meriah Regency. Arabica Coffee production data was obtained by carrying out production estimation, by counting the number of red spindle seeds on coffee plants, as well as observing the physical quality. Meanwhile, to obtain data on the relationship between production and land suitability classes, an analysis was carried out using SPSS 26 software. The results of the analysis of land suitability classes for Arabica Coffee plants in Bener Meriah Regency were that a lot of coffee land was planted in the S3 class (marginally appropriate) with constraints of a lack of nutrients. in soil and slopes that are too steep. If improvement efforts are made, the land suitability class will be S1 (very suitable). for the results of the analysis of Arabica coffee production based on the results of production estimates ranging from 800-950 kg/ha of net beans. After the two previous data were obtained, then a multiple linear regression analysis was performed between the land suitability class variables and coffee production, the R value (correlation coefficient) was 0.926, the land suitability class variables and coffee production simultaneously had a very strong relationship, with a coefficient value determination or R Square is 0.857. The conclusion of this study is that the average land suitability class of Arabica coffee plants in Bener Meriah Regency is S3 (suitable marginal) with the limiting factors being lack of nutrients and slope. With production rates ranging from 800-900 kg/ha of net seed. With a very strong correlation level with a value of 0.857. It is necessary to apply liquid organic fertilizer or other organic fertilizers to increase the production of Arabica Coffee in Bener Meriah Regency.