Peningkatan jumlah populasi, pengguna kendaraan bermotor, dan kondisi geometrik jalan di kota banda aceh menjadi penyebab utama terjadinya permasalahan transportasi berupa kemacetan. kemacetan akan terjadi saat kapasitas yang disediakan oleh jalan tidak mampu memenuhi arus lalu lintas yang ada. seperti yang terjadi pada ruas jalan pocut baren kota banda aceh pada jam puncak pagi, siang, dan sore saat dimulai dan berakhirnya kegiatan belajar mengajar sekolah mtsn model banda aceh dan sekolah di sekitarnya. hal ini menyebabkan peningkatan jumlah pengguna jalan dan hambatan samping. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan faktor hambatan samping ruas jalan pocut baren. analisis dilakukan berdasarkan pkji 2014 dengan melihat parameter berupa derajat kejenuhan (dj), kecepatan tempuh (vt), dan waktu tempuh (wt). data primer yang digunakan berupa data geometrik jalan, hambatan samping, dan data komposisi lalu lintas. data sekunder yang digunakan berupa jumlah penduduk kota banda aceh, peta kota banda aceh, peta kecamatan kuta alam, dan peta desa keuramat. survei dilakukan pada jalan pocut baren sepanjang 150,61 m selama jam puncak pagi pukul 07.00-08.00, jam puncak siang pukul 12.00-13.00, dan jam puncak sore pukul 16.00-17.00. hasil analisis berdasarkan pkji 2014 menunjukkan kinerja jalan pocut baren dianggap buruk ditandai dengan adanya penurunan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,919, nilai kecepatan tempuh sebesar 22,2 km/jam, dan waktu tempuh sebesar 24,402 detik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINERJA JALAN POCUT BAREN PADA SEGMEN SEKOLAH MTSN MODEL KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2022
Baca Juga : TINJAUAN KECEPATAN & KEPADATAN AKIBAT ADANYA ZEBRA CROSS PADA ZONA SELAMAT SEKOLAH (STUDI KASUS : PADA JALAN POCUT BAREN BANDA ACEH) (Safriadi, 2024)
Abstract
The increase in population, motorized vehicle users, and the geometric conditions of the roads in Banda Aceh are the main causes of transportation problems in the form of congestion. Congestion will occur when the capacity provided by the road is unable to meet the existing traffic flow. As happened on Pocut Baren Street, Banda Aceh during peak hours in the morning, at noon, and afternoon when the start and end of the teach and learn session at MTsN Model Banda Aceh and surrounding school. This leads to an increase in the number of road users and side disturbance. This study aims to analyze the performance and side disturbance factors of Jalan Pocut Baren. The analysis was conducted based on PKJI 2014 by looking at parameters such as degree of saturation (DJ), travel speed (VT), and travel time (WT). The primary data used is road geometric data, side disturbance, and traffic composition data. Secondary data used are the number of population of Banda Aceh City, map of Banda Aceh City, map of Kuta Alam District, and map of Keuramat Village. The survey was conducted on Jalan Pocut Baren with a length of 150.61 m during morning peak hours at 07.00-08.00, afternoon peak hours at 12.00-13.00, and afternoon peak hours at 16.00-17.00. The results of the analysis based on the 2014 PKJI show that the performance of Jalan Pocut Baren is considered as poor, marked by a decrease in the degree of saturation by 0.919, the value of the travel speed is 22.2 km/hour, and the travel time is 24.402 seconds