Latar belakang: epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis pada otak dengan kondisi neurologis yang berkaitan dengan bangkitan kejang, neurodegenerasi, gangguan struktural dan fungsional yang akan berkembang menjadi gangguan kognitif dan gangguan emosional atau kepribadian seperti cemas dan depresi. mekanisme molekuler yang dialami oleh karena kerusakan hipokampus akan menimbulkan terjadinya masalah psikologis seperti gangguan cemas dan gangguan depresi. metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode pengambilan sampel secara total sampling, kemudian dilakukan penilaian tingkat stigma menggunakan kuesioner internalized stigma of epilepsy (isep), gangguan cemas menggunakan kuesioner generalized anxiety disorder-7 (gad-7) dan gangguan depresi mayor menggunakan kuesioner the neurological depression disorders inventory for epilepsy (nddi-e) lalu dihubungkan terhadap bangkitan kejang. penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga oktober di poliklinik saraf rumah sakit dr. zainoel abidin, banda aceh. hasil: hasil penelitian ini didapatkan karakteristik tingkat stigma ringan (33,3%), sedang (62,2%), tinggi (4,4%). pada gangguan cemas didapatkan mengalami gangguan cemas menyeluruh (44,4%) dan gangguan depresi mayor sebanyak (62,2%), serta dari analisa data terdapat hubungan yang dignifikan tingkat stigma yang sering mengalami bangkitan kejang (p=0,004) terutama pada tingkat stigma sedang dan tinggi, gangguan cemas lebih sering mengalami bangkitan kejang (p=0,018) dan gangguan depresi mayor dengan bangkitan kejang yang sering (p=0,014). kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan pada tingkat stigma, gangguan cemas menyeluruh dan gangguan depresi mayor terhadap bangkitan kejang pada pasien epilepsi. kata kunci : tingkat stigma, gangguan cemas, gangguan depresi mayor, bangkitan kejang, epilepsi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
HUBUNGAN TINGKAT STIGMA, GANGGUAN CEMAS MENYELURUH, GANGGUAN DEPRESI MAYOR TERHADAP BANGKITAN KEJANG PADA PASIEN EPILEPSI. Banda Aceh Fakultas Kedokteran (S2),2022
Baca Juga : PENYANDANG EPILEPSI (mulya raisa, 2015)
Abstract
Background: Epilepsy is a neurological disease of the brain with neurological conditions associated with seizures, neurodegeneration, structural and functional disorders that will develop into cognitive disorders and emotional or personality disorders such as anxiety and depression. The molecular mechanisms experienced by hippocampal damage will lead to psychological problems such as anxiety disorders and depressive disorders. Methods: This study used a cross-sectional study design with a total sampling method, then assessed the level of stigma using the Internalized Stigma of Epilepsy (ISEP) questionnaire, anxiety disorders using the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) questionnaire and major depressive disorder using the Neurological Depression Disorders Inventory for Epilepsy (NDDI-E) questionnaire and then connecting it to seizures. This research was conducted from September to October at the neurosurgery clinic at dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Results: The results of this study showed the characteristics of mild stigma (33.3%), moderate (62.2%), high (4.4%). Anxiety disorders were found to have generalized anxiety disorder (44.4%) and major depressive disorder (62.2%), and from the data analysis there was a significant relationship between the level of stigma and frequent seizures (p=0.004), especially at the level of stigma. moderate and high, anxiety disorders more often experienced seizures (p=0.018) and major depressive disorder with frequent seizures (p=0.014). Conclusion: There is a significant relationship between the level of stigma, generalized anxiety disorder and major depressive disorder on seizures in epilepsy patients Keyword : Stigma, anxiety diorder, major depression, seizure, epilepsy
Baca Juga : HUBUNGAN INSOMNIA DENGAN KUALITAS HIDUP MELALUI BANGKITAN EPILEPTIK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PASIEN EPILEPSI (Fitria Armalivia, 2023)