Abstrak virus korean pop ini mulai memasuki indonesia.sekitarysatuydekade yang lalu. selamaiperiodeiitu,ikomoditasiiniikemudianilebihidikenalidengan istila k-popidan remajaimenjadiikonsumeniterbesaridariikomoditasyiniiyangilebihidikenal sebagai k-popers.wremaja tidakwdapatwdipisahkan dari perkembanganyteknologiydan penggunaanimediaisosial diera milenial.ipenelitianiini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan k-pop di youtube dan tingkat fanatisme terhadap kesehatan mental remaja. landasan teorinya adalah teori ketergantungan media,dengan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan metode survey. hasil analisis 273 data menggunakan ibm spss 25 melalui uji f dan uji t menunjukkan bahwa p-value pengaruh terpaan k-pop di youtube (x1) dan tingkat fanatisme (x2) adalah 0,000 dan < 0,05 sehingga secara simultan dan parsial pada saat yang sama, juga dapat berpenaruh pada kesehatan mental (y). hasil uji r square menunjukkan nilai 0,259 yang artinya x1 dan x2 secara simultan berkontribusi 25,9% pada variabel y, dan secara parsial dari perhitungan sumbangan efektif x1 bernilai 5,9 yang artinya berkontribusi 5,9% pada variabel y, dan sumbangan efektif x2 bernilai 20 yang artinya berkontribusi 20% pada variabel y. pada skor data responden tingkatan terpaan k-pop dan tingkat fanatisme terhadap kesehatan mental berada pada tingkatan sedang. peningkatan penggunaan media sosial dikalangan remaja menjadikan kebutuhan media akan semakin besar, dengan kemudahan remaja mengakses konten k-pop di youtube yang akan meningkatkan fanatisme pada akhirnya akan mampu mempengaruhi kualitas daripada kesehatan mental remaja. peneliti menyarankan agar remaja dapat memilah informasi mengenai k-pop dan berusaha lebih mencintai budaya sendiri daripada budaya luar. kata kunci : terpaan k-pop, fanatisme, kesehatan mental
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH TERPAAN K-POP DI YOUTUBE DAN TINGKAT FANATISME TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2022
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH TINGKAT ATAS DI BANDA ACEH (Nuzul Mela Lestari, 2016)
Abstract
ABSTRACT This South Korean pop virus started invading Indonesia about 10 years ago. During this time, the product became known as His K-pop, and teens became the largest consumers of this product known as His K-poper. Teenagers are inseparable from technological developments and social media use in the 2000s. This study aims to determine the impact of K-pop exposure on YouTube and the level of fanaticism for adolescent mental health. The rationale is the theory of media dependence, and the method used is a survey method based on a quantitative approach. As a result of analyzing 273 data with F-test and T-test using IBM SPSS 25, the p-value of K-POP exposure on YouTube (X1) and fanaticism (X2) is 0.000, < is 0.05. I'm fine. Simultaneous partially significant impact on mental health (Y). The result of the R-squared test shows a value of 0.259. This means that X1 and X2 contribute 25.9% to the Y variable at the same time, which is 5.9 in part from the calculation of the effective X1 contribution. 5.9% for the Y variable. A valid X2 contribution is worth 20, meaning it contributes 20% to the Y variable. The increasing use of social media by teenagers further increases the need for media. Because it will give teens more convenient access to her K-pop content. Researchers suggest that the teen organizes her K-pop information and comes to love her own culture over foreign cultures. Keywords: Exposure to K-pop, Fanaticism, Mental Healt
Baca Juga : PENGARUH SELF DISCLOSURE TERHADAP KESEHATAN MENTAL (MAHASISWA AKHIR RANTAUAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (SEROJA LIANA, 2023)