Pangkalan pendaratan ikan (ppi) teluk sinabang yang berada di kecamatan simeulue timur dibangun guna memfasilitasi aktivitas nelayan dan diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi perikanan. namun fungsi pembangunan ppi teluk sinabang belum dimanfaatkan nelayan secara optimal karena aktivitas nelayan masih berpusat di tpi pajak inpres. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar-akar penyebab kurangnya minat masyarakat nelayan simeulue timur dalam memanfaatkan ppi teluk sinabang dan menganalisis persepsi masyarakat nelayan simeulue timur terhadap pemanfaatan ppi teluk sinabang. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik survei dan wawancara. responden ditentukan dengan teknik purposive sampling yang terdiri dari syahbandar, kepala uptd ppi, panglima laot lhok dan nelayan. data dianalisis menggunakan diagram fishbone dan analisis skala likert. hasil dan kesimpulan penelitian ini yaitu diperoleh akar penyebab dari berbagai faktor kurangnya minat masyarakat nelayan simeulue timur dalam memanfaatkan ppi teluk sinabang, yakni: a) faktor lokasi: jarak tempuh ke ppi (jauh dengan pusat kota, jauh dari pemukiman nelayan), akses ke ppi (biaya transportasi yang tinggi); b) faktor sdm: pengelola ppi (tidak adanya job desc yang jelas, tidak adanya kelembagaan khusus yang menangani proses pelelangan ikan), nelayan (tingkat kepercayaan terhadap pengelola ppi berkurang, sulit untuk pindah aktivitas ke ppi); c) faktor lingkungan: keberadaan tangkahan (nelayan lebih dominan bongkar muat di tangkahan, adanya ikatan kerja antara nelayan dengan toke tangkahan); d) faktor metode: peraturan pemerintah terkait penggunaan ppi (tidak tegas menghimbau nelayan agar bongkar muat di ppi, tidak tegas menghimbau nelayan agar membuat spb), aktivitas di ppi (aktivitas docking di ppi sudah berkurang, kurangnya nelayan yang melakukan aktivitas tambat labuh); e) faktor sarana dan prasarana: fasilitas fungsional (tpi tidak pernah aktif, pabrik es rusak, cold storage sudah tidak berfungsi), fasilitas penunjang (bangunan kios nelayan rusak, spdn tidak tersedia). diperoleh skor persepsi masyarakat nelayan simeulue timur terhadap pemanfaatan ppi teluk sinabang, skor penilaian responden sebanyak 68% (baik) pada variabel lokasi, variabel sdm sebanyak 57% (cukup), variabel lingkungan 54% (cukup), variabel metode 67% (baik), dan variabel sarana dan prasarana 57% (cukup). kata kunci: ppi teluk sinabang, persepsi, diagram fishbone, skala likert
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP PEMANFAATAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TELUK SINABANG KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE. Banda Aceh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan,2022
Baca Juga : PERAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS DESA AIR PINANG DENGAN NELAYAN DARI LUAR DI PERAIRAN LAUT PULAU PINANG (Fiki Festian, 2022)
Abstract
The Fish Landing Base (PPI) Teluk Sinabang in East Simeulue District was built to facilitate fishing activities and is expected to become a center for the development of the fishery economy. However, the function of PPI Teluk Sinabang has not been optimally utilized by fishermen because fishermen's activities are still centered at TPI Pajak Inpres. This study aims to determine the roots causing the lack of interest of the East Simeulue fishing community in utilizing PPI Teluk Sinabang and analyze their perceptions of the use of PPI Teluk Sinabang. This study used qualitative methods with survey and interview techniques. Respondents were determined by purposive sampling technique consisting of Syahbandar, Head of UPTD PPI, Panglima Laot Lhok and fishermen. Data were analyzed using fishbone diagram and likert scale analysis. The results and conclusions of this study indicate the root causes of various factors for the lack of interest of the East Simeulue fishing community in utilizing PPI Teluk Sinabang, namely: a) Location Factor: the distance to PPI (far from the city center, far from the fishermen's residence), access to PPI (high transportation costs); b) Human Resources (HR) factors: PPI managers (no clear job description, no special institution that handles the fish auction process), fishermen (lack of trust in PPI managers, difficult to move activities to PPI); c) Environmental Factors: there are fish landing places other than PPI (fishermen are more dominant in loading and unloading at Tangkahan, many fishermen are bound to work with Tangkahan owners); d) Method Factor: government regulations regarding the use of PPI (not firmly urging fishermen to load and unload at PPI, not explicitly urging fishermen to make SPB), activities at PPI (docking activity at PPI has decreased, less fishermen doing mooring activities); e) Facilities and infrastructure factor: functional facilities (TPI has never been active, ice factory is broken, cold storage is no longer functioning), supporting facilities (fisherman's shop building is damaged, SPDN is not available). The perception score of the East Simeulue fishing community on the utilization of PPI Teluk Sinabang, including location variable 68% (Good), HR variable 57% (Enough), environmental variable 54% (Enough), method variable 67% (Good), and facilities and infrastructure variable. 57% (Enough). Keywords: PPI Teluk Sinabang, Perception, Fishbone Diagram, Likert Scale
Baca Juga : STUDI HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU (BAGAN KUPU-KUPU) DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR, KABUPATEN SIMEULUE (Citra Nadia, 2023)