Stunting merupakan masalah gizi utama di indonesia dan aceh berada pada urutan ke-5 tertinggi. pemberian makanan pendamping asi (mp-asi) menjadi faktor penting penyebab stunting. perilaku ibu sangat berperan dalam pemberian mp-asi untuk mencegah stunting. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian mp-asi dengan tinggi badan batita menurut usia di wilayah kerja puskesmas jeulingke banda aceh. jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan desain cross sectional study. sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 ibu yang memiliki batita usia 12-36 bulan yang diambil dengan metode nonprobability sampling dan menggunakan cara proportional sampling. pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan mengukur tinggi badan batita dengan microtoise dan lembar observasi tb/u disesuaikan dengan tabel antropometri z-score. hasil analisa uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian mp-asi dengan tinggi badan batita menurut usia (p-value = 0,000). petugas kesehatan diharapkan dapat terus meningkatkan promosi kesehatan tentang pemberian mp-asi yang benar dengan memperhatikan kualitas, praktik cara pemberian serta keamanan mp-asi guna mencegah terjadinya stunting.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN TINGGI BADAN BATITA MENURUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEULINGKE KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2022
Baca Juga : GAMBARAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DARUL IMARAH KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR PERIODE MARET 2014 (Sy. Sri Suharni, 2015)
Abstract
Stunting is the nutritional problems that has become a current national priority and Aceh was nationally ranked 5th.. Stunting does not only cause the inhibition of growth and disease susceptibility but also threatens cognitive development which will affect the quality of human resources. This research aims to examine the correlation between supplementary feeding and toddlers’ height ratio by age in the working area of the Community Health Center (Puskesmas) of Jeulingke of Banda Aceh. This study was correlative descriptive research with a cross-sectional study design. The sampling method used was non-probability sampling using a proportional sampling technique with 98 mothers with toddlers. The data was collected using a structured interview which contained a Likert scale questionnaire, an assessment of toddler height status using TB/U observation sheets, and anthropometric Z-score tables. The result of the Chi-Square analysis showed a correlation between MP-ASI and toddlers’ height according to the age (p-value = 0,000). The health service agencies are urged to increase the health promotion regarding the importance of paying attention to MP-ASI that is given to toddlers appropriately and correctly.