Vaksin merupakan terobosan terbaru saat ini yang dilakukan untuk mengatasi pandemi covid-19 untuk menciptakan herd immunity pada masyarakat. tingginya angka kematian akibat covid-19 di indonesia menyebabkan masyarakat mengalami kecemasan yang tinggi. sehingga pemerintah menganjurkan untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat indonesia. namun banyaknya berita palsu dan teori konspirasi mengenai vaksin mengakibatkan masyarakat menjadi cemas. hal tersebut tidak terkecuali kepada para santri di banda aceh. maka dari itu penulis meneliti bagaimana gambaran tingkat kecemasan terhadap vaksin covid-19 pada santri dayah modern di banda aceh. jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan descriptive research. desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional study. populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh santri dayah modern darul ulum banda aceh yang belum vaksin berjumlah 619 santri. besar sampel penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 244 santri. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling yaitu teknik purposive sampling. penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. kuesioner diberikan kepada sampel secara online melalui google form. variabel kecemasan terhadap vaksin covid-19 diukur dengan menggunakan kuesioner zung-self anxiety rate scale (sas/sras). hasil dari penelitian ini adalah terdapat 118 responden (48,4%) yang masuk dalam kategori kecemasan ringan, 84 responden (34,4%) dalam kategori tidak cemas, 32 responden (13,1%) dalam kategori kecemasan sedang, serta 10 responden (4,1%) dalam kategori kecemasan berat. saran untuk peneliti selanjutnya diahrapkan untuk menganalisis beberapa variable, seperti hubungan tingkat pemahaman agama terhadap tingkat kecemasan vaksin covid-19. namun terlepas dari hal tersebut, penelitian ini memiliki keterbatasan sebab penelitian ini dilakukan secara online menggunakan media google form sehingga kemungkinan santri akan sulit bertanya terkait kuesioner yang kurang dipahami.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP VAKSIN COVID-19 PADA SANTRI DAYAH MODERN DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2022
Baca Juga : PENGARUH PEER ATTACHMENT TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI TINGKAT I DI PONDOK PESANTREN MODERN BANDA ACEH (Rahmi. RM, 2023)
Abstract
Vaccination is the latest breakthrough that is used today to deal with the COVID-19 pandemic and create herd immunity among the community. The high death rate due to COVID-19 in Indonesia has caused concerns, and the government has urged vaccination for all Indonesian people. However, the amount of fake news and conspiracy theories about the vaccine has caused the community, including Islamic school students in Banda Aceh, to become anxious. Therefore, the researcher conducted this research to examine the levels of anxiety regarding COVID-19 vaccine in modern Islamic boarding school students in Banda Aceh. This quantitative study was conducted by means of a descriptive design and a cross-sectional study approach. The population members were 619 students of Darul Ulum Modern Islamic Boarding School who had not been vaccinated against COVID-19. By using Slovin’s formula, 244 samples were chosen with a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. An online form of Zung-Self Anxiety Rate Scale (SAS/SRAS) questionnaire distributed via Google Form was used as the data collection tool. The results indicate that a number of 118 (48.4%) respondents experienced mild anxiety while 84 (34.4%) respondents experienced no anxiety. In addition, a number of 32 (13.1%) respondents experienced moderate anxiety, and 10 (4.1%) respondents experienced severe anxiety. Regarding the limitation of this study, the author suggests other researchers to examine other variables, such as the relationship between Islamic knowledge and anxiety levels in relation with COVID-19 vaccination. This study also has a limitation regarding the online form of the data collection tool which might cause unsolved misunderstanding of the respondents in comprehending the items of the questionnaire.
Baca Juga : PERILAKU SANTRI DALAM UPAYA PENCEGAHAN SKABIES DI DAYAH TERPADU INSHAFUDDIN LAMBARO SKEP KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Muhammad Thaifur, 2014)