Usia balita merupakan masa pertumbuhan dari anak. apabila asupan makanan balita tidak memenuhi kandungan zat-zat gizi yang dibutuhkan maka dapat mengakibatkan terjadinya stunting pada balita. stunting pada balita dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk juga faktor wilayah (spasial). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran kasus stunting pada balita berdasarkan faktor-faktor penyebabnya secara deskriptif menggunakan peta tematik dan conditional map. selanjutnya dilihat efek spasial terhadap kasus stunting pada balita menggunakan uji autokorelasi spasial secara global dan lokal. data yang digunakan pada penelitian ini adalah data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh tim laboratorium biostatistika jurusan statistika universitas syiah kuala pada tahun 2021 yang melibatkan 347 balita yang tersebar di 8 kecamatan di kota banda aceh. analisa data dilakukan dengan software arcgis, geoda dan rstudio. hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting terbanyak terdapat di kecamatan syiah kuala dan ulee kareng. meskipun secara lokal terdapat autokorelasi spasial pada kecamatan syiah kuala tetapi secara global antar kecamatan tersebut tidak terdapat autokorelasi. kata kunci : stunting, conditional map, autokorelasi spasial
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI AUTOKORELASI SPASIAL TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2022
Baca Juga : PENERAPAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION PADA PREVALENSI BALITA STUNTING DI PULAU SUMATRA TAHUN 2022 (Fera munawarah, 2024)
Abstract
The age of under five is the growth time of children. If the food intake of under five children does not fulfill the nutritional content needed, it will cause stunting on under five children. Stunting on under five children can be caused by various factors, including regional (spatial) factors. This study aims to determine the distribution of stunting cases on under five children based on the causal factors descriptively using the thematic and conditional maps. Furthermore, the spatial effect on stunting cases in under five children is seen using the global and local spatial autocorrelation test. The data used in this study is data obtained from research that conducted by The Biostatistics Laboratory’s team, Statistics Department, Universitas Syiah Kuala in 2021 which involved 347 under five children from 8 sub-districts in Banda Aceh. Data analysis was carried out using ArcGIS, GeoDa and Rstudio. The results showed that the most stunting cases were in Syiah Kuala and Ulee Kareng Districts. Although locally there is spatial autocorrelation in Syiah Kuala Sub-district, but there is no autocorrelation globally in these district. Keywords : Stunting, Conditional map, Spatial Autocorrelation
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KASUS STUNTING DI PUSKESMAS GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL (Aisyah, 2023)