Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Puji Astuti, EFEK ANTIDEPRESAN (ANTIDEPRESSANT- LIKE EFFECT) PATCHOULI ALCOHOL DARI POGOSTEMON CABLIN BENTH TERHADAP TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DEPRESI DENGAN METODE TAIL SUSPENSION TEST. Banda Aceh Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala,2022

Nilam (pogostemon cablin benth) merupakan salah satu jenis tanaman atsiri yang kaya akan manfaat, termasuk bermanfaat sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit. penelitian sebelumnya membuktikan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dapat mengurangi gejala depresi pada tikus. penelitian ini dirancang untuk menguji konsentrasi patchouli alcohol (pada aromaterapi nilam) yang paling efektif menurunkan gejala depresi pada tikus pasca induksi depresi dengan metode tail suspension test (tst). paparan stresor diberikan berturut-turut sehari sekali selama 14 hari dengan menggunakan metode tst. setelah selesai dengan perlakuan tst, selanjutnya tikus coba diberikan obat kalxetin (20 mg) sebagai kontrol positif dan beberapa kelompok tikus lainnya diberikan aromaterapi nilam dengan beberapa variasi konsentrasi patchouli alcohol. tst dilakukan guna mengevaluasi aktivitas perilaku tikus (behavior). kadar hormon kortisol dalam plasma darah serta kadar hormon serotonin dan dopamin pada jaringan otak tikus dianalisis dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (elisa). hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi depresi menggunakan metode tst menyebabkan peningkatan frekuensi immobility time tikus serta mengakibatkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam darah tikus. aromaterapi nilam dengan konsentrasi patchouli alcohol 60.66% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect) karena secara signifikan mampu menurunkan frekuensi immobility time pada saat uji tst. pemberian aromaterapi minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 60.66% lebih efektif meningkatkan kadar hormon dopamin dalam otak tikus dibandingkan dengan kalxetin, sedangkan aromaterapi kristal nilam (dengan konsentrasi patchouli alcohol 100%) lebih efektif meningkatkan kadar hormon serotonin dalam otak tikus jika dibandingkan dengan kalxetin. peningkatan kadar hormon serotonin dan dopamin tersebut merupakan suatu indikasi adanya efek penurunan depresi (antidepressant-like effect) pada tikus. secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dengan konsentrasi patchouli alcohol di atas 60% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect). studi lebih lanjut diperlukan untuk meneliti sinergisitas senyawa ledol dan trans-geraniol dalam minyak nilam terhadap aktivitas seperti antidepresan. penelitian ini memiliki keterbatasan, dimana tidak dilakukannya pemeriksaan histopatologi terhadap organ hati, ginjal, serta paru tikus. kata kunci: antidepressan, minyak nilam, patchouli alcohol, pogostemon cablin benth



Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman atsiri yang kaya akan manfaat, termasuk bermanfaat sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dapat mengurangi gejala depresi pada tikus. Penelitian ini dirancang untuk menguji konsentrasi patchouli alcohol (pada aromaterapi nilam) yang paling efektif menurunkan gejala depresi pada tikus pasca induksi depresi dengan metode tail suspension test (TST). Paparan stresor diberikan berturut-turut sehari sekali selama 14 hari dengan menggunakan metode TST. Setelah selesai dengan perlakuan TST, selanjutnya tikus coba diberikan obat kalxetin (20 mg) sebagai kontrol positif dan beberapa kelompok tikus lainnya diberikan aromaterapi nilam dengan beberapa variasi konsentrasi patchouli alcohol. TST dilakukan guna mengevaluasi aktivitas perilaku tikus (behavior). Kadar hormon kortisol dalam plasma darah serta kadar hormon serotonin dan dopamin pada jaringan otak tikus dianalisis dengan menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi depresi menggunakan metode TST menyebabkan peningkatan frekuensi immobility time tikus serta mengakibatkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam darah tikus. Aromaterapi nilam dengan konsentrasi patchouli alcohol 60.66% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect) karena secara signifikan mampu menurunkan frekuensi immobility time pada saat uji TST. Pemberian aromaterapi minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 60.66% lebih efektif meningkatkan kadar hormon dopamin dalam otak tikus dibandingkan dengan kalxetin, sedangkan aromaterapi kristal nilam (dengan konsentrasi patchouli alcohol 100%) lebih efektif meningkatkan kadar hormon serotonin dalam otak tikus jika dibandingkan dengan kalxetin. Peningkatan kadar hormon serotonin dan dopamin tersebut merupakan suatu indikasi adanya efek penurunan depresi (antidepressant-like effect) pada tikus. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa minyak nilam (patchouli oil) dengan konsentrasi patchouli alcohol di atas 60% mempunyai efek seperti antidepresan (antidepressant-like effect). Studi lebih lanjut diperlukan untuk meneliti sinergisitas senyawa ledol dan trans-geraniol dalam minyak nilam terhadap aktivitas seperti antidepresan. Penelitian ini memiliki keterbatasan, dimana tidak dilakukannya pemeriksaan histopatologi terhadap organ hati, ginjal, serta paru tikus. Kata kunci: Antidepressan, Minyak nilam, Patchouli alcohol, Pogostemon cablin Benth



    SERVICES DESK