Ujong pancu merupakan salah satu kawasan di kabupaten aceh besar, provinsi aceh yang kaya akan sumber daya rajungan. penangkapan rajungan pada umumnya dilakukan menggunakan alat tangkap bubu lipat. kurangnya pengendalian intensitas penangkapan menyebabkan ukuran rata-rata rajungan yang tertangkap semakin kecil dan menurunkan nilai ekonomis serta mengganggu kelestarian sumber daya rajungan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan ukuran hasil tangkapan rajungan di perairan ujung pancu menggunakan alat tangkap bubu lipat. penelitian dilakukan selama satu bulan yakni desember 2021 yang bertempat di desa ujong pancu, kecamatan peukan bada, kabupaten aceh besar. pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara terhadap nelayan setempat. data terdiri dari jumlah, spesies, jenis kelamin, serta ukuran karapas dan berat rajungan yang dianalisis menggunakan metode distribusi frekuensi. hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh rajungan spesies portunus sanguinolentus (rajungan bintang) sebanyak 1309 individu atau 52% dan portunus pelagicus (rajungan batik) sebanyak 1212 individu atau 48% dari total hasil tangkapan. rajungan didominasi oleh jenis kelamin jantan, yaitu sebanyak 1582 individu (63%), sedangkan betina sebanyak 939 individu (37%). rajungan dengan lebar karapas 10,4-10,9 cm dan berat 78-94 gram merupakan kelas interval dengan frekuensi tertinggi, namun sebagian besar rajungan yang tertangkap memiliki ukuran < 10 cm, sehingga dikategorikan belum layak tangkap. kata kunci: analisis ukuran hasil tangkapan, bubu lipat, rajungan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
KARYA KERJA ILMIAH
KOMPOSISI DAN UKURAN LEBAR KARAPAS RAJUNGAN (PORTUNUS SPP.) PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT DI PERAIRAN UJONG PANCU,PEUKAN BADA, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2022
Baca Juga : PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS) PADA ALAT TANGKAP BUBU WAU DAN BUBU LIPAT DI PERAIRAN DANAU LAUT TAWAR (FINA RAMA FAUZA, 2021)
Abstract
Ujong Pancu is one of the areas in Aceh Besar District, Aceh Province which is rich in crab resources. Catching crabs is generally done using folding traps. The lack of control over the intensity of fishing causes the average size of the crabs caught to be smaller and lowers the economic value and disrupts the sustainability of the crab resources. This study aims to determine the composition and size of crab catches in Ujung Pancu waters using folding traps. The research was conducted for one month, namely December 2021, which took place in Ujung Pancu village, Peukan Bada sub-district, Aceh Besar district. Data was collected by observation and interviews with local fishermen. The data consisted of the number, species, sex, and carapace size and weight of the crab which were analyzed using the frequency distribution method. The results of this study were 1309 individuals or 52% of portunus sanguinolentus (star crab) and 1212 individuals or 48% of portunus pelagicus (batik crab). The crabs were dominated by males, as many as 1582 individuals (63%), while females were 939 individuals (37%). Crab with a carapace width of 10.4-10.9 cm and a weight of 78-94 grams was the interval class with the highest frequency, but most of the crabs caught were