Ida farida (2022). pengaruh jenis mordan dan teknik mordanting pada kain katun dengan pewarna alami dari tumbuhan. pewarna alami dari tumbuhan merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai zat pewarna tekstil. bagian tumbuhan yang dapat digunakan adalah biji, bunga, daun, batang, dan akar serta pemakaian mordan untuk pengikat warna. penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tumbuhan sekitar yang dapat dijadikan pewarna alami, dan mengetahui pengaruh jenis mordan yang berbeda dengan teknik mordanting terhadap hasil warna yang dihasilkan pada kain katun dari zat warna alami. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan objek penelitian hasil jadi pewarnaan pada kain katun yang sudah dicelup zat warna alami dan mordan. data diperoleh dari hasil penelitian eksperimen dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. tumbuhan yang digunakan ada 10 jenis yaitu daun papaya, daun andong, daun rambutan, daun sirih, daun sirsak, pinang, kesumba, batang pohon sikkam, batang nangka dan serbuk kayu seumantok. bahan yang digunakan adalah kain katun dan mordan yang terdiri 3 jenis yaitu tawas, tunjung dan kapur. hasil ekstraksi 10 tumbuhan diperoleh 10 jenis zat warna: daun papaya berwarna hijau muda, daun andong hijau armi, daun rambutan hijau, daun sirih warna coklat, daun sirsak coklat kemerahan, pinang warna merah, kesumba merah keorange, batang nangka orange, batang pohon sikkam berwarna maron, dan kayu seumantok warna coklat muda. langkah mewarnai kain katun dimulai dengan mencelupkan kain katun yang sudah dicuci dengan tro ke dalam zat warna alami, kemudian hasil warna alami pada kain katun dibagi menjadi empat bagian, 1 untuk warna alami dan 3 untuk fiksasi mordan. hasil eksperimen akhir diperoleh 40 sampel kain dengan 10 warna alami, 10 warna dengan fiksasi tawas, 10 warna fiksasi tunjung, dan 10 warna fiksasi dengan kapur. hasil pengaruh pemakaian mordan sangat berpengaruh terhadap hasil warna akhir. pengaruh mordan tunjung memberi hasil warna berbeda menjadi lebih pekat/hitam, pemakaian tawas dan kapur tidak banyak terjadi perubahan dari warna alami. kata kunci : pewarna alami, kain katun, mordan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JENIS MORDAN DAN TEKNIK MORDANTING PADA KAIN KATUN DENGAN PEWARNA ALAMIRNDARI TUMBUHAN. Banda Aceh Fakultas KIP,2022
Baca Juga : EKSPLORASI DAUN JATI SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI PADA KAIN KATUN SEBAGAI PRODUK PASHMINA DENGAN TEKNIK ECOPRINT (MURIZAR FAZRUZA, 2018)
Abstract
Ida Farida (2022). Effect of Mordant Types and Mordanting Techniques on Cotton Fabrics with Natural Dyes from Plants. Natural dyes from plants are one of the natural resources that have the potential to be used as textile dyes. Plant parts that can be used are seeds, flowers, leaves, stems, and roots and the use of mordant for color binding. This study aims to explore surrounding plants that can be used as natural dyes, and to determine the effect of different types of mordant with mordanting techniques on the color results produced on cotton fabrics from natural dyes. The method used in this study is an experimental method, with the object of research being the dyeing results on cotton fabrics that have been dyed with natural dyes and mordant. Data obtained from the results of experimental research and documentation conducted by researchers. There are 10 types of plants used, namely papaya leaves, andong leaves, rambutan leaves, betel leaves, soursop leaves, areca nut, kesumba, sikkam tree trunks, jackfruit stems and seumantok wood powder. The material used is cotton and mordant which consists of 3 types, namely alum, tunjung and lime. The results of the extraction of 10 plants obtained 10 types of dyes: light green papaya leaves, armi green andong leaves, green rambutan leaves, brown betel leaves, reddish brown soursop leaves, red areca nut, red orange kesumba, orange jackfruit stems, sikkam tree trunks. maron, and light brown seumantok wood. The step of dyeing cotton fabrics begins with dipping the tro-washed cotton fabric into the natural dye, then the natural color results on the cotton fabric are divided into four parts, 1 for natural color and 3 for mordant fixation. The final experimental results obtained 40 samples of fabric with 10 natural colors, 10 colors with alum fixation, 10 colors for fixation of tunjung, and 10 colors fixation with chalk. The result of the effect of the use of mordant is very influential on the final color result. The effect of the tunjung mordant resulted in a different color becoming more concentrated/black, the use of alum and lime did not change much from the natural color. Keywords: Natural Dyes, Cotton Fabrics, Mordant.
Baca Juga : EKSTRAKSI ZAT PEWARNA ALAM DARI TUMBUHAN PADA BAHAN KATUN TOYOBO UNTUK LENAN RUMAH TANGGA (Maya Rahmadani, 2021)