Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Tutia Rahmi, PEMODELAN SPASIAL KESESUAIAN HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS-SUMATRANUS) DI LANSKAP MILA – TANGSE, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas MIPA Magister Biologi,2022

Penelitian tentang pemodelan spasial kesesuaian habitat gajah sumatera (elephas maximus-sumatranus) di lanskap mila – tangse ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan dan karakteristik kelompok gajah (jumlah individu, struktur umur dan seks rasio), memberikan gambaran distribusi spasial gajah berdasarkan variabel yang mempengaruhinya dan membuat model kesesuaian habitat gajah di lanskap mila-tangse. metode yang digunakan adalah observasi langsung untuk memperoleh data karakteristik kelompok gajah. data perekaman gps collar gajah dari tahun 2017 sampai tahun 2021 diperoleh dari bksda aceh. data tersebut digunakan untuk mengetahui pola pergerakan yang dihubungkan dengan 9 variabel lingkungan sehingga menghasilkan model kesesuaian habitat gajah. pemodelan kesesuaian habitat gajah dianalisis menggunakan maxent (maximum entropy). penelitian ini dilakukan pada bulan februari hingga november 2021. hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah gajah yang ada di dalam kelompok gajah mila sebanyak 16 ekor dengan rincian yaitu anakan sebanyak 4 ekor, remaja sebanyak 5 ekor, dan dewasa sebanyak 7 ekor, satu diantaranya jantan (15 ekor betina dan 1 ekor jantan). sebanyak 4 dari 9 variabel lingkungan berkontribusi tinggi pada kesesuaian habitat gajah mila berdasarkan pemodelan maxent berturut-turut yaitu jarak ke pinggir hutan (22,6%), penutupan lahan (21,4%), ketinggian lahan (18,0%), dan jarak dari dalam hutan (14,6%). peta kesesuaian habitat gajah dibagi menjadi tiga kelas. kelas kesesuaian habitat tinggi berkisar antara 0,52 – 0,78 dengan luasan 11.014,77 ha atau sekitar 25,62% dari luas wilayah penelitian. kelas kesesuaian habitat sedang berkisar antara 0,26 – 0,52 dengan luasan 22.928,87 ha atau sekitar 53,32% dari luas wilayah penelitian. kelas kesesuaian habitat rendah berkisar antara 0,00 – 0,26 dengan luasan 9.056,53 ha atau sekitar 21,06% dari luas wilayah penelitian. kata kunci: gajah sumatera, elephas maximus-sumatranus, pemodelan kesesuaian habitat, maximum entropy, spasial, lanskap mila-tangse.



Abstract

Research on spatial modeling of the habitat suitability of the Sumatran elephant (Elephas maximus-sumatranus) at the Mila – Tangse landscape aims to determine the movement patterns and characteristics of elephant groups (number of individuals, age structure and sex ratio), provide an overview of the spatial distribution of elephants based on the variables that influence them and modeling the suitability of elephant habitat at the Mila-Tangse landscape. The method used is direct observation to obtain data on the characteristics of the elephant group. Elephant Collar GPS recording data from 2017 to 2021 were obtained from BKSDA Aceh. The data is used to determine the movement pattern associated with 9 environmental variables so as to produce a model of elephant habitat suitability. The modeling of elephant habitat suitability was analyzed using Maxent (Maximum Entropy). This research was conducted from February to November 2021. The results showed that the number of elephants in Mila's elephant group was 16 with details, namely 4 calf, 5 juveniles, and 7 adults, one of which was male (15 female and 1 male). A total of 4 out of 9 environmental variables contributed highly to the suitability of Mila's elephant habitat based on Maxent's modeling, respectively, namely distance to the edge of the forest (22.6%), land cover (21.4%), land height (18.0%), and distance from the forest (14,6%). The elephant habitat suitability map is divided into three classes. High habitat suitability class ranges from 0.52 to 0.78 with an area of ​​11,014.77 ha or about 25.62% of the research area. Medium habitat suitability class ranges from 0.26 – 0.52 with an area of ​​22,928.87 ha or about 53.32% of the research area. Low habitat suitability class ranges from 0.00 – 0.26 with an area of ​​9,056.53 ha or about 21.06% of the research area.  Keywords: Sumatran elephant, Elephas maximus-sumatranus, habitat suitability modeling, maximum entropy, spatial, Mila-Tangse landscape



    SERVICES DESK