Ikan hias merupakan salah satu komoditas penunjang ekonomi perikanan yang potensial di indonesia. permintaan terhadap ikan hias semakin meningkat baik di dalam maupun luar negeri. masalah yang sering terjadi pada pembudidaya yaitu sulit mendapatkan benih jantan yang berkualitas. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bobot induk terhadap jumlah larva, pengaruh suhu pemeliharaan larva terhadap rasio kelamin jantan dan kelangsungan hidup ikan laga (betta rubra perugia, 1893). metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu: p1 (inkubasi larva menggunakan suhu 26°c), p2 (inkubasi larva menggunakan suhu 28°c), p3 (inkubasi larva menggunakan suhu 30°c), dan p4 (inkubasi larva menggunakan suhu 32°c). berdasarkan hasil uji kolerasi terhadap parameter hubungan bobot induk ikan b. rubra rata-rata 0,98 gram dengan jumlah larva rata-rata 35,5 ekor yang dihasilkan menunjukkan hasil yang berhubungan erat yaitu (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH SUHU PEMELIHARAAN TERHADAP RASIO KELAMIN JANTAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN LAGA (BETTA RUBRA PERUGIA, 1893). Banda Aceh Fakulta Kelautan dan Perikanan,2022
Baca Juga : BIOEKOLOGI DAN GENETIKA IKAN LAGA HIAS DARI PERAIRAN ACEH (Firman M. Nur, 2022)
Abstract
Ornamental fish is one of the potential fisheries economic supporting commodities in Indonesia. The demand for ornamental fish is increasing both at home and abroad. The problem that often occurs in cultivators is that it is difficult to get quality male seeds. The purpose of this study was to determine the relationship between broodstock weight and number of larvae, the effect of larval rearing temperature on male sex ratio and survival of fighting fish (Betta rubra Perugia, 1893). The method used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications, namely: P1 (incubation of larvae using a temperature of 26°C), P2 (incubation of larvae using a temperature of 28°C), P3 (incubating larvae using a temperature of 28°C). Using a temperature of 30°C), and P4 (incubation of larvae using a temperature of 32°C). Based on the results of the correlation test on the parameters of the relationship between broodstock weights of B. rubra an average of 0.98 grams with an average number of 35.5 larvae produced, the results were closely related, namely (P
Baca Juga : PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) PADA SUHU DAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA (Tri Sultan, 2017)