Stres ibu dalam mendampingi anak belajar merupakan suatu kondisi tekanan/ketegangan yang dialami oleh ibu dalam menjalankan tanggung jawab sebagai ibu bekerja dan ibu tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil stres ibu bekerja dan tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar di sdn 22 banda aceh. jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. adapun subjek penelitian berjumlah 12 orang terdiri dari 6 ibu bekerja dan 6 ibu tidak bekerja. data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. hasil penelitian menunjukkan stres fisik yang dialami ibu bekerja memiliki keluhan yang lebih banyak daripada ibu tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar, yaitu mengalami pusing atau sakit kepala, kelelahan dalam mendampingi anak belajar, serta terganggunya jam tidur ibu. stres kognitif ibu tidak bekerja memiliki keluhan yang lebih banyak daripada ibu bekerja dalam mendampingi anak, seperti terganggunya konsentrasi ibu, sulit menyeimbangkan konsentrasi, sulit mengatur waktu, dan kurang memahami materi pembelajaran anak. stres emosional yang dialami ibu bekerja dan ibu tidak bekerja menunjukkan hasil yang sama, yaitu merasa tertekan saat mendampingi anak, marah ketika anak sulit diajarkan, rasa bersalah, dan putus asa. sementara, stres tingkah laku sosial ibu tidak bekerja menunjukkan keluhan yang lebih banyak daripada ibu bekerja, meliputi adanya tindakan putus asa yang dilakukan, kurangnya dukungan suami atau keluarga, adanya tindakan kekerasan ketika anak sulit diajarkan, serta menghukum anak. kesimpulan penelitian ini bahwa ibu tidak bekerja mengalami stres yang lebih banyak dari pada ibu bekerja.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROFIL STRES IBU DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR (STUDI KUALITATIF PADA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA). Banda Aceh Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling,2022
Baca Juga : PERBANDINGAN POLA ASUH ANAK PADA IBU YANG BEKERJA DAN IBU YANG TIDAK BEKERJA DI TAMAN KANAK-KANAK ADHYAKSA 14 BANDA ACEH TAHUN 2012 (Tjut Ika Arita Hayu, 2022)
Abstract
Maternal stress in accompanying children to learn is a condition of pressure / tension experienced by mothers in carrying out responsibilities as working mothers and mothers not working in accompanying children to learn. This study aims to describe the stress profile of working and non-working mothers in accompanying children to study at SDN 22 Banda Aceh. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subjects of the study totaled 12 people consisting of 6 working mothers and 6 non-working mothers. Data were collected through interviews and analyzed using descriptive qualitative. The results showed that the physical stress experienced by working mothers had more complaints than mothers not working in accompanying children to study, namely experiencing dizziness or headaches, fatigue in accompanying children to study, and disruption of the mother's sleep hours. Cognitive stress of non-working mothers has more complaints than working mothers in accompanying children, such as disruption of mother's concentration, difficulty balancing concentration, difficulty managing time, and lack of understanding of children's learning materials. The emotional stress experienced by working mothers and non-working mothers shows the same results, namely feeling depressed when accompanying children, anger when children are difficult to teach, guilt, and hopelessness. Meanwhile, the stress of social behavior of non-working mothers shows more complaints than working mothers, including the existence of desperate actions carried out, lack of support from husbands or families, the existence of acts of violence when the child is difficult to teach, and punishing the child. The conclusion of the study is that non-working mothers experience more stress than working mothers.
Baca Juga : KONTRIBUSI PENDAPATAN ANAK YANG BEKERJA DALAM PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Nanda Nora Faricha, 2020)