Telah dilakukan penelitian mengenai sebaran medan gelombang di sekitar pemecah gelombang dan pemecah gelombang dengan studi sintetik yang bertujuan untuk memodelkan sebaran medan gelombang di sekitar jetty dan breakwater dan membandingkannya dengan hasil fisik yang dilakukan oleh watanabe dan maruyama di tahun 1986. penelitian dilaksanakan di laboratorium sig fakultas kelautan dan perikanan dalam skala sintetik dan dilaksanakan pada bulan maret sampai juli 2022. metode yang digunakan adalah pendekatan numerik beda hingga skema ftcs yaitu beda maju untuk waktu dan beda tengah untuk ruang. dilakukan tiga skenario simulasi dengan batimetri yang berbeda untuk melihat sebaran gelombang yang terjadi. dari hasil simulasi yang dilakukan pada skenario pertama tinggi gelombang maksimum 0,0418 m, tinggi gelombang maksimum skenario kedua 0,0657 m, dan tinggi gelombang maksimum skenario ketiga 0,0570 m. gelombang yang lebih tinggi terjadi di depan bangunan pantai (jetty dan breakwater), sedangkan gelombang yang lebih rendah terjadi pada bagian yang dilindungi oleh bangunan pantai (jetty dan breakwater), dan gelombang tanpa bangunan pantai (jetty dan breakwater) akan didistribusikan ke arah pantai yang dipengaruhi oleh batimetri kedalaman laut. bangunan pantai (jetty dan breakwater) sangat baik untuk melindungi kawasan pantai yang rusak akibat gelombang karena dapat meredam gelombang yang datang menuju ke pantai. hasil penelitian ini cukup mendekati hasil penelitian dengan model fisik watanabe dan murayama. kata kunci : gelombang, breakwater, jetty, difraksi, refraksi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI SINTETIK DISTRIBUSI MEDAN GELOMBANG PADA KASUS JETTY DAN BREAKWATER. Banda Aceh Fakultas Kelautan,2022
Baca Juga : STUDI MODEL FISIK SUBMERGED BREAKWATER TERHADAP TRANSMISI GELOMBANG (Fahmi, 2022)
Abstract
Research has been carried out on the distribution of the wave field around the breakwater and breakwater with synthetic studies that aims to model the distribution of the wave field around the jetty and breakwater and compare it with the physical results conducted by Watanabe and Maruyama in 1986. The research was carried out at the GIS Laboratory of the Faculty Marine and Fisheries on a synthetic scale and carried out from March to July 2022. The method used is a finite difference numerical approach using the FTCS scheme, which is forward difference for time and middle difference for space. Three simulation scenarios were carried out with different bathymetry to see the distribution of the waves that occurred. From the simulation results in the first scenario, the maximum wave height is 0,0418 m, the maximum wave height for the second scenario is 0,0657 m, and the maximum wave height for the third scenario is 0,0570 m. Higher waves occur in front of coastal structures (jetty and breakwater), while lower waves occur in parts protected by coastal structures (jetty and breakwater), and waves without coastal structures (jetty and breakwater) will be distributed towards the beach which influenced by the deep sea bathymetry. Beach buildings (jetty and breakwater) are very good for protecting coastal areas damaged by waves because they can reduce waves coming towards the beach. The results of this study are quite close to the results of research with the physical model of Watanabe and Murayama. Keywords : Wave, Breakwater, Jetty, Diffraction, Refraction
Baca Juga : STUDI MODEL NUMERIK PEMECAH GELOMBANG TIPE ZIGZAG BERPORI TERHADAP PERUBAHAN DISTRIBUSI KECEPATAN DAN TEKANAN ARUS GELOMBANG (TINJAUAN UNTUK VARIASI POROSITAS) (Inayah Zhiaul Fajri, 2015)