Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FEBY GUSTIRA HARAHAP, PRAKTIK DAN PENGARUH POLITIK IDENTITAS PADA PILKADA 2020 DI KOTA MEDANRN(STUDI KASUS PASANGAN AKHYAR-SALMAN). Banda Aceh Fakultas FISIPOL,2022

Pada pilkada 2020 di kota medan, paslon akhyar-salman menggandeng tokoh agama islam yang terkenal yaitu uas. pada saat paslon akhyar-salman berkampanye terlihat uas ikut serta dalam proses kampanye. uas digandeng oleh paslon akhyar-salman untuk menarik simpati ibu-ibu pengajian hingga umat muslim di kota medan. dimana keunikan penelitian ini adalah bahwasanya, praktik politik identitas yang dilakukan akhyar-salman tidak mendapatkan pengaruh terhadap kemenangan pada pilkada 2020 di kota medan. sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan secara valid praktik dan pengaruh politik identitas pasangan akhyar-salman pada pilkada 2020 di kota medan. metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti ialah metode kualitatif melalui observasi, wawancara serta dokumentasi dengan informan penelitian berjumlah 11 orang. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik politik identitas yang dilakukan pasangan akhyar-salman pada pilkada kota medan tahun 2020 diantaranya seperti (1) door to door dengan mendekatkan masyarakat muslim dan melayu yang merupakan mayoritas agama dan etnis di kota medan, (2) media sosial, dimana sasaran utamanya adalah masyarakat yang beragama islam dan masyarakat bersuku melayu, (3) pengelolaan isu, dengan strategi tersebut pasangan akhyar-salmam menggunakan isu putra daerah dan isu agama dengan mendekatkan diri pada masyarakat muslim untuk memilih pemimpin yang amanah. kemudian pengaruh politik identitas ini tidak membuat pasangan akhyar-salman mendapatkan kursi pada pilkada kota medan. dimana yang menjadi indikasi dari hal tersebut yaitu dikarenakan adanya kekuatan yang didorong oleh kekuasaan. padahal ketika masa kampanye mereka menggunakan strategi politik identitas yang cukup kuat. akan tetapi, hal tersebut tidak mampu memberikan pengaruh terhadap perolehan suara yang mereka dapatkan. walaupun pasangan akhyar-salman menggandeng uas tatap saja tidak mampu melawan kekuatan invisible hand (tangan tak terlihat) dan janji-janji yang tidak rasional. kata kunci: politik identitas, pilkada, kota medan



Abstract

Akhyar-Salman was backed by Ustaz Abdul Somad (UAS) in their run for Medan mayoral race in 2020. UAS was involved and present during their campaign. UAS was projected to attract voters from adult Muslim women and other Muslim groups in Medan. Surprisingly, the practice of identity politics did not significantly influence the election outcome. Therefore, this study aimed to examine the validity and the extent of the impact of the identity politics practiced by Akhyar-Salman in the mayoral race in 2020. This study was a qualitative study. The data were collected through observations, interviews, and documentation, involving 11 informants. The results revealed that the identity politics practiced by candidate Akhyar-Salman in the regional election of Medan in 2020 include: (1) door to door campaign to facilitate communication between Muslims and people from Malay ethnic group as the major religion and ethnicity in Medan; (2) Social Media to influence Muslims and Melayu ethnicity, (3) issue management of religious issues and indigenous candidate issues as the strategy to approach Muslim voters by encouraging them to vote for a trustworthy leader. However, the practice of identity politics did not successfully lead the candidate to win the election. This might happen because there is an indication of the influence of the rulling power of the central government, which makes their practice of identity politics less effective. Their effort to utilize UAS to attract voters from a specific group was less powerful than the power of the invisible hands and irrational campaign promises. Keywords: Identity Politics, Election, Medan



    SERVICES DESK