Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Epi Agusnita, TINJAUAN TEORI HIGIENE MOTIVATOR HERZBERG TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN PATIENT CARE DERIVERY DI RUANG MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL RUMAH SAKIT JIWARNPROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN 2009. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,

Dalam memberikan pelayanan dalam bentuk asuhan keperawatan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan, seorang perawat dalam melaksanakan perannya dituntut agar mau dan bersedia mengarahkan kemampuan dan ketrampilan yang terbaik untuk kepentingan pelayanan keperawatan, salah satu usaha kearah tersebut adalah deng:am motivasi. perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gambaran motivasi kerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan model praktek keperawatan profesional ditinjau dari teori higiene motivator herzberg di balee dahlia dan anggre rumah sakit jiwa provinsi nanggroe aceh darussalam tahun 2008. pengumpulan data dilaksanakan tanggal 18 -23 desember 2008, jenis penelitian deskriptif. jumlah sampel 30 orang, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. analisa data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi berdasarkan presentase dari masing-masing variabel sehingga diperoleh hasil motivasi kerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan patient care delivery sebagian besar berada pada katagori bail yaitu sebanyak 1 responden (43,3%). variable penghargaan sebagian besar berada pada katagori rendah sebanyak i6 orang (53,3%), variable pengembangan karir sebagian besar berada pada katagori tinggi yaitu sebanyak 2i responden (70%), variabel tanggung jawab sebagian besar berada pada katagori baik yaitu sebanyak 21 responden (70%), variable kondisi kerja sebagian besar berada pada katagori mendukung yaitu sebanyak 19 responden (63,3%), variable supervisi sebagian besar berada pada katagori kurang sebanyak 21 orang (70%),, variable hubungan antar pribadi berada pada katagori baik yaitu sebanyak 2i responden (70%), variable keamanan kerja berada pada katagori tinggi yaitu sebanyak i6 responden (53,3%).dan dapat diambil kesimpulan hasil motivasi kerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan patient care derivery sebagian besar berada pada katagori tinggi yaitu sebanyak i9 responden (6,%), dalam penelitian ini penulis menyarankan kepada para pengambil kebijakan rsj provinsi nanggroe aceh darussalam agar menyediakan fasilitas yang lengkap untuk memudahkan perawat pelaksana dalam meneraplan patient care derivery seperti tersediannya kamar mandi yang cukup,alat-alat kebersihan diri dan berhias,dan ruang isolasi. kata kunci: motivasi, patient care delivery, perawat pelaksana.



Abstract



    SERVICES DESK