Pesisir wilayah pulo nasi terletak pada bagian timur laut pulau sumatera dan disebelah barat pulau weh atau berada dibagian tengah antara ujung barat pulau sumatera dengan pulo breuh. daerah pesisir ini merupakan daerah yang rentan akan perubahan baik dari segi geologi dan hidro-oseanografi. untuk mengetahui tingkat kerentanan daerah pesisir ini perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat kerentanan pesisir yang ditinjau dari segi morfologi pantai yang merupakan tujuan dari penelitian ini. penelitian ini dilakukan di pesisir pantai pulo nasi pada bulan februari 2022 - juni 2022 dan pengolahan data dilakukan di laboratorium sistem informasi geografis, fakultas kelautan dan perikanan, universitas syiah kuala. metode yang digunakan adalah coastal vulnerability index (cvi) dengan menggunakan empat parameter geologi yaitu parameter geomorfologi, elevasi pantai, kemiringan pantai dan perubahan garis pantai. hasil yang diperoleh dari metode cvi menunjukkan bahwa pesisir wilayah pulo nasi sepanjang 37 km memiliki kerentanan yang sangat rentan sebesar 12% (4,4 km), kerentanan yang rentan sebesar 30,81% (11,4 km), kerentanan sedang sebesar 14,59% (5,4 km), kerentanan kurang rentan sebesar 10% (3,6 km) dan kerentanan tidak rentan sebesar 32,97% (12,2 km). desa yang memiliki kerentanan yang sangat rentan yaitu desa pasie janeng (4,32%), diikuti dengan desa lamteng (3,24%), alue riyeung (2,16%), rabo (1,62%) dan desa deudap (0,54%). desa yang memiliki kerentanan tidak rentan yaitu desa lamteng (13,51%), desa pasie janeng (8,11%), desa alue riyeung (5,95%), desa deudap (3,24%) dan desa rabo (2,16%). daerah yang memiliki kerentanan yang sangat tinggi umumnya memiliki geomorfologi berupa pantai berpasir sedangkan daerah yang memiliki kerentanan tidak rentan memiliki geomorfologi berupa tebing dan bangunan penghalang. kata kunci: kerentanan pesisir, geologi, cvi, wilayah pulo nasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PESISIR WILAYAH PULO NASI DITINJAU DARI SEGI MORFOLOGI PANTAI. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2022
Baca Juga : ANALISIS KERENTANAN GEOMORFOLOGI PESISIR ACEH JAYA WILAYAH TIMUR (RIFQHI HILAL AMRI, 2025)
Abstract
Pulo Nasi is a coastal area which is located in northeastern Sumatra and in the west of Weh Island or in the middle of Sumatra Island and Pulo Breuh. This coastal area is vulnerable in changing, either in terms of geology or hydro-oceanography. To determine the level of vulnerability in this area, it is necessary to take research on the level of vulnerability in terms of morphology and it is the purpose of this study. This research was conducted on the coastal of Pulo Nasi from February 2022 up to June 2022 and data processing was carried out at the Geographic Information System Laboratory, Faculty of Marine Affairs and Fisheries, Syiah Kuala University. The method used is the Coastal Vulnerability Index (CVI) using four geological parameters, namely geomorphological parameters, coastal elevation, coastal slope, and shoreline changes. The results obtained from the CVI method show that the 37 km long coast of the Pulo Nasi area has a very vulnerable vulnerability of 12% (4.4 km), a vulnerable vulnerability of 30.81% (11.4 km), a moderate vulnerability of 14.59% (5.4 km), 10% less vulnerability (3.6 km) and 32.97% (12.2 km) of non-vulnerability. Villages that have a very vulnerable vulnerability are Pasie Janeng Village (4.32%), followed by Lamteng Village (3.24%), Alue Riyeung (2.16%), and Rabo (1.62%), and Deudap Village (0 ,54%). Villages that have no vulnerability are Lamteng Village (13.51%), Pasie Janeng Village (8.11%), Alue Riyeung Village (5.95%), Deudap Village (3.24%) and Rabo Village (2.16%). Areas that have a very high vulnerability generally have geomorphology in the form of sandy beaches, while areas that have low vulnerability have geomorphology in the form of cliffs and barrier buildings. Keywords: Coastal Vulnerability Index, Geology, CVI, Pulo Nasi Region
Baca Juga : ANALISIS KERENTANAN PANTAI BERDASARKAN GEOMORFOLOGI DI PESISIR KABUPATEN ACEH BARAT (Sarah salsa billa, 2023)