Internet addiction merupakan sebuah gangguan dari perilaku individu yang menghabiskan waktu menggunakan internet secara berlebihan, individu tersebut juga tidak dapat mengkontrol dirinya dalam penggunaan internet. tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran internet addiction pada siswa sebelum diberikan bimbingan klasikal dan gambaran internet addiction pada siswa sesudah diberikan bimbingan klasikal. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design model one group pretest-posttest. populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas xi sekolah menengah atas negeri 12 banda aceh sebanyak 46 siswa, sampel penelitian diambil dari hasil pre-test yang mendapatkan skor rendah internet addiction yang berjumlah 18 orang siswa dengan persentase 39,1% yang artinya siswa mengalami internet addiction rendah dengan kuantitas penggunaan internet kadang-kadang tidak dapat terkontrol dengan baik. teknik pengumpulan data menggunakan skala yang dimodifikasi dari skala internet addiction widyanto & mcmurren dalam buku kecanduan internet oleh young tahun 2017. teknik analisis data dalam penelitian ini ialah teknik analisis kuantitatif deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikannya perlakuan, siswa mengalami perubahan tingkatan internet addiction dari tingkat rendah menjadi tingkat sangat rendah setelah diberikannya bimbingan klasikal, dengan nilai rata-rata sebelum diberikan bimbingan klasikal ialah 32,4 menjadi 19,3 sesudah diberikan bimbingan klasikal. dengan demikian, penerapan bimbingan klasikal dapat mencegah internet addiction pada siswa. hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi secara teoritik dan praktik dalam mengembangkan perluasaan khasanah kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN BIMBINGAN KLASIKAL DALAM MENCEGAH INTERNET ADDICTION PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas FKIP,2022
Baca Juga : EFEKTIVITAS PENERAPAN KONSELING GESTALT MELALUI TEKNIK REFRAMING UNTUK MENURUNKAN PERILAKU INTERNET ADDICTION PADA SISWA SMP (SUATU PENELITIAN DI SMPN 1 BANDA ACEH) (FATTAYATINUR, 2018)
Abstract
Internet Addiction is a disorder of individual behavior that excessive Internet usage time, the individual too unable to control himself in the use of the Internet. The purpose of this research to find out the description of Internet Addiction to students before it is given classical guidance and an overview of Internet Addiction to students before being given classical guidance. This study uses a quantitative approach with the type of Pre-experimental research design model One Group Pretest-Posttest. Population The research was all students of class XI State Senior High School 12 Banda Aceh as many as 46 students, the research sample was taken from the results of the pre-test which scored low on Internet Addiction which found 18 students with the percentage of 39.1% means that students experience Low Internet Addiction with the quantity of Internet usage sometimes cannot be controlled properly. The data collection technique uses a scale that changes the scale of the Internet Addiction Widyanto & McMurren in Internet Addiction by Young in 2017. The data analysis technique in this study is a quantitative analysis technique descriptive. The results showed that after the treatment was given, students experienced a change in the level of Internet Addiction from low to high level very low after being given classical guidance, with an average value before classical guidance, which is 32.4 to 19.3 before being given guidance classic. Thus, the application of classical guidance can prevent the Internet Addiction to students. The results of this study are expected to contribute significantly theoretical and practical in developing the expansion of the repertoire of scientific studies guidance and counseling.
Baca Juga : PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 16 BANDA ACEH (Aisyah Fitri, 2017)