Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Syarifah Shahibul Fitri, PENGARUH PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) DARI BENIH KADALUARSA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2022

Cabai digolongkan kedalam suku terong-terongan (solanaceae), dan termasuk tanaman yang gampang ditanam pada dataran rendah maupun tinggi. benih kadaluarsa merupakan benih yang telah mengalami deteriorasi, jika digunakan dalam usaha budidaya tanaman dapat membuat pertumbuhan dan hasil yang rendah. perlakuan benih dengan rizobakteri pgpr sangat berperan dan bermanfaat pada proses perkecambahan benih dalam kondisi lingkungan yang terancam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih menggunakan rizobakteri pemacu pertumbuhan terhadap viabilitas dan vigor cabai merah (capsicum annuum l.) kadaluarsa sebagai perbandingan dengan benih yang masih produktif. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) non faktorial dengan faktor yang diteliti yaitu jenis rizobakteri sebanyak 18 isolat dan kontrol. masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali dengan demikian terdapat 38 satuan percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rizobakteri pada benih cabai merah kadaluarsa berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif dan juga berpengaruh nyata terhadap keserempakan spontanitas tumbuh. namun, perlakuan benih pada tolok ukur terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh relatif, berat basah kecambah normal dan berat kering kecambah normal berpengaruh tidak nyata. benih cabai merah kadaluarsa menggunakan perlakuan rizobakteri dapat memberikan dampak positif (berpengaruh nyata) terhadap keserempakan spontanitas tumbuh, dimana terdapat nilai tertinggi pada tolok ukur kerempakan spontanitas tumbuh yaitu asp 7/4 dengan nilai 42,50%, terdapat rizobakteri asp 5/3 dengan nilai tercepat benih tumbuh ialah 5,13 hari pada tolok ukur t50, dimana waktu terlama benih tumbuh pada t50 yaitu 10,32 hari yang terdapat pada perlakuan rizobakteri asp 6/1.



Abstract

Chili is classified into the eggplant tribe (Solanaceae), and includes plants that are easy to grow in the lowlands and highlands. Expired seed are seeds that have deteriorated, if used in plant cultivation it can cause low growth and yields. Seed treatment with PGPR rhizobacteria plays a very important and beneficial role in the seed germination process in threatened environmental conditions. This study aims to determine the effect of seed treatment using growth promoting rhizobacteria on the viability and vigor of expired red chili (Capsicum annuum L.) as a comparison with productive seeds. This study used a non factorial completely randomized design (CRD) with 18 isolates and controls. Each treatment was repeated 2 times so there were 38 experimental units. The result showed that the treatment expired red chili seeds had a very significant effect on the benchmark of the time needed to achieve 50% relative total germination and also had a significant effect on the growth spontaneity of growth. However, the treatment of seeds on the benchmarks of maximum growth potential, germination, vigor index, relative growth speed, wet weight of normal sprouts and dry weight of normal sprouts had no significant effect. Expired red chili seeds using rhizobacteria treatment can have a positive impact (significant effect) on the spontaneous growth of the simultaneity of growth, namely ASP 7/4 with a value of 42,50% , there are rhizobacteria ASP 5/3 with a value of the fastest growing seeds was 5,13 days at T50 benchmark, where the longest time the seed grew at T50 was 10,32 days in the ASP 6/1 rhizobacteria treatment.



    SERVICES DESK