Penelitian tentang studi etnokimia pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional pada masyarakat kecamatan samadua telah dilakukan. secara umum, penggunaan tumbuhan sebagai obat ada dua cara, yaitu sebagai obat dalam (oral) dan sebagai obat luar (topical). jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis yang bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, cara pengolahan dan kandungan kimia tumbuhan yang digunakan sebagai obat dalam oleh masyarakat kecamatan samadua. teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sample, yaitu dengan melakukan wawancara terhadap praktisi herbal, tokoh masyarakat dan pengguna. hasil penelitian menunjukkan bahwa di kecamatan samadua terdapat 54 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati diabetes, darah tinggi, batuk, asam urat, kolesterol, diare, dan keluhan lainnya. pengolahan tumbuhan obat dilakukan dengan cara direbus, digiling, diremas, dimakan, dibuat jus, maupun diseduh. cara pengolahan yang paling banyak adalah dengan cara direbus yaitu sebesar 46,34% sedangkan yang paling sedikit adalah dengan cara diseduh sebesar 1,21%. tumbuhan bisa digunakan sebagai obat karena memiliki kandungan kimia tertentu yang dihasilkan dari metabolit sekunder. kandungan kimia tanaman obat tersebut meliputi golongan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid, senyawa fenolik, glikosida, vitamin, steroid, dan minyak atsiri. kajian etnokimia memadukan opini di masyarakat dengan ilmu sains mengenai keefektifan tumbuhan yang dianggap berguna sebagai obat, berdasarkan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan tersebut.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI ETNOKIMIA PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas KIP,2022
Baca Juga : INVENTARISASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT DI SEKITAR KAWASAN HUTAN KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES (ALKI DERMAWAN ABAS, 2025)
Abstract
Research on the ethnochemistry study of the use of plants as traditional medicine in the Samadua District community has been carried out. In general, there are two ways to use plants as medicine, namely as internal medicine (oral) and external medicine (topical). This type of research is descriptive qualitative with an ethnographic approach that aims to determine the types, benefits, processing methods, and chemical content of plants used as internal medicine by the people of Samadua District. Data collection techniques in this study were observation, interviews, and documentation. The sampling technique was carried out by purposive sampling, namely by conducting interviews with herbal practitioners, community leaders, and users. The results showed that in Samadua District there were 54 types of plants used by the community to treat diabetes, high blood pressure, cough, gout, cholesterol, diarrhea, and other complaints. The processing of medicinal plants is carried out by boiling, grinding, kneading, eating, making juice, or brewing. The most processing method is by boiling, which is 46.34% while the least is by brewing at 1.21%. Plants can be used as drugs because they contain certain chemicals produced from secondary metabolites. The chemical constituents of these medicinal plants include flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, phenolic compounds, glycosides, vitamins, steroids, and essential oils. Ethnochemistry studies combine public opinion with science regarding the effectiveness of plants that are considered useful as drugs, based on the chemical compounds contained in these plants.
Baca Juga : STUDI ETNOBOTANI PALA DI KABUPATEN ACEH SELATAN (cut windasari, 2014)