Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologis paru-paru dan jantung tikus (rattus wistart pada berbagai tingkatan umur, dengan mengamati jumlah sel yang mengalami degenerasi dan nekrosa serta kandungan butir glikogen pada sel otot jantung. penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 perlakuan, yaitu umur 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14 dan 16 bulan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. pembuatan sediaan histologis menggunakan metode parafin. sediaan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (he) untuk mengamati degenerasi dan nekrosa, dan best's carmine untuk mengamati butir glikogen pada sel otot jantung. parameter yang diamati adalah degenerasi dan nekrosa serta kandungan butir glikogen pada sel otot jantung. data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. hasil penelitian menunjukkan pengaruh umur yang sangat nyata terhadap degenerasi dan nekrosa sel sel paru-paru dan sel otot jantung serta kandungan butir glikogen pada sel otot jantung. terjadi peningkatan jumlah sel yang mengalami degenerasi dan nekrosa pada paru-paru dan jantung sejalan dengan bertambahnya umur tikus, sedangkan kandungan butir glikogen mengalami peningkatan jumlah pada saat tikus berumur 4 bulan, selanjutnya butir glikogen sel otot jantung berkurang sejalan dengan bertambahnya umur tikus sampai 16 bulan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN HISTOLOGIS PARU-PARU DAN JANTUNG TIKUS (RATTUS WISTAR) PADA BERBAGAI TINGKATAN UMUR. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2005
Baca Juga : KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR SETELAH PEMBERIAN FORMALIN (Zea Ochtavia, 2017)