Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Siti Sundari, RAPFISH SEBAGAI INDIKATOR PENILAIAN KEBERLANJUTAN PERIKANAN PELAGIS DI PERAIRAN UTARA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2022

Rapfish sebagai indikator penilaian keberlanjutan perikanan pelagis di perairan utara aceh merupakan suatu kajian untuk mengetahui bagaimana kondisi keberlanjutan perikanan dengan menjaga keseimbangan antara tingkat eksploitasi dan pemanfaatan sumberdaya perikanan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status keberlanjutan perikanan pelagis dan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan perikanan pelagis. penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari tahun 2022. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei yang dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. analisis yang digunakan adalah analisis rapfish (rapid appraisal for fisheries) merupakan analisis untuk mengukur dan menggambarkan kondisi lestari sumberdaya kelautan dan perikanan atau mengevaluasi keberlanjutan (sustainability) dari perikanan secara multidispliner. hasil analisis rapfish pada dimensi ekologi berada pada kategori cukup berkelanjutan, dimensi ekonomi berada pada kategori cukup berkelanjutan, dimensi sosial berada pada kategori kurang berkelanjutan, dimensi teknologi berada pada kategori baik sangat berkelanjutan dan pada dimensi kelembagaan berada pada kategori kurang berkelanjutan. atribut yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan perikanan pelagis dengan alat tangkap pukat cincin pada dimensi ekologi (1) lokasi daerah penangkapan dan (2) musim penangkapan. dimensi ekonomi (1) bantuan dari pemerintah dan (2) ketergantungan subsidi. dimensi sosial (1) perkembangan jumlah nelayan dan (2) tingkat konflik. dimensi teknologi (1) ukuran kapal dan (2) tenaga mesin dan dimensi kelembagaan (1)peran kepemimpinan adat dan (2) keterkaitan nelayan dalam proses penyusunan regulasi pengelolaan. dimensi yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan perikanan pelagis di perairan utara aceh yang adalah dimensi ekonomi dan teknologi.



Abstract

Rapfish as an indicator for assessing the sustainability of pelagic fisheries in the northern waters of Aceh is a study to find out how the condition of fisheries sustainability is by maintaining a balance between the level of exploitation and utilization of fishery resources. The purpose of this study was to determine the sustainability status of pelagic fisheries and the most influential factors on the sustainability of pelagic fisheries. This research was conducted in February 2022. The method used in this study is a descriptive method with a survey technique that collects data using a questionnaire. The analysis used is RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) analysis, which is an analysis to measure and describe the sustainable condition of marine and fishery resources or evaluate the sustainability of fisheries in a multidisciplinary manner. The results of the Rapfish analysis on the ecological dimension are in the moderately sustainable category, the economic dimension is in the moderately sustainable category, the social dimension is in the less sustainable category, the technological dimension is in the very sustainable good category and the institutional dimension is in the less sustainable category. The most influential attribute on the sustainability of pelagic fisheries with ring seine fishing gear is on the ecological dimensions (1) Location of fishing grounds and (2) Fishing season. Economic dimensions (1) Assistance from the government and (2) Dependence on subsidies. Social dimensions (1) Development of number of fishermen and (2) Level of conflict. Technological dimensions (1) Ship size and (2) Engine power and institutional dimensions (1) The role of traditional leadership and (2) The linkage of fishermen in the process of drafting management regulations. The dimensions that most influence the sustainability of pelagic fisheries in the northern waters of Aceh are the economic and technological dimensions.



    SERVICES DESK