Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Adrianti, PENGARUH FAKTOR MOTIVASI KERJA TERHADAP TINDAKAN KEPERAWATAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHRN TAHUN 2011. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2012

Motivasi seseorang berkaitan dengan kebutuhan meliputi tempat dan suasana lingkungan kerja sehingga perawat yang bekerja mengalami penurunan motivasi yang mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan dan mengakibatkan hasil tindakan perawat menurun. perawat berperan dalam pencegahan infeksi nosokomial, hal ini disebabkan oleh karena perawat adalah salah satu anggota tim kesehatan yang berhubungan langsung dengan klien dan bahan infeksius, perawat juga bertanggungjawab menjaga keselamatan klien di rumah sakit melalui pencegahan kecelakaan, cidera, trauma dan melalui penyebaran infeksi nosokomial. jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif, bertujuan memperoleh gambaran dan pengaruh motivasi kerja terhadap tindakan keperawatan pencegahan infeksi post operasi. desain penelitian cross sectional study. populasinya adalah semua perawat yang bekerja di ruang rawat bedah yaitu berjumlah 45 orang, alat pengumpulan data dalam bentuk kuesioner. pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 28 november sampai dengan 5 desember 2011 di ruang rawat bedah rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin banda aceh. hasil analisa persamaan regressi linear sederhana adalah untuk prestasi kerja y = 29,717+ 0,069x, tanggung jawab y = 25,495+ 0,265x, kondisi kerja y - 29,103 + 0,103x dan imbalan y - 27,454 + 0,198x. kesimpulan terdapat pengaruh antara variabel tanggung jawab, kondisi kerja dan imbalan terhadap tindakan perawatan pencegahan infeksi post operasi. tidak terdapat pengaruh antara prestasi kerja terhadap tindakan perawatan pencegahan infeksi post operasi di ruang rawat bedah rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin banda aceh. disarankan kepada perawat agar dapat meningkatkan upaya pencegahan infeksi nasokomial terutama pada pasien post operasi dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan khusus penanganan post operasi, sehingga tingkat kejadian infeksi post operasi sangat minimal atau hilang sama sekali.



Abstract



    SERVICES DESK