Mimba dilaporkan dapat digunakan sebagai antifertilitas pada jantan, namun dikhawatirkan dapat memengaruhi libido. oleh karena itu penelitian mengenai perilaku kawin penting dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba terhadap perilaku kawin kelinci lokal jantan. penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci dewasa dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu p1 kontrol, p2 mimba 200 mg/kg bb dan p3 mimba 300 mg/kg bb diberikan selama 52 hari. metode pengamatan yang digunakan adalah focal animal sampling dan pencatatan perilaku kawin menggunakan continous sampling menggunakan alat tulis, camera video recorder dan dihitung frekuensi dan durasi perilaku kawin. data dianalisis dengan uji ragam (one way anova) dilanjutkan dengan uji duncan. hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perilaku kawin yaitu perilaku pra kopulasi meliputi perilaku searching, perilaku sniffing, perilaku grooming dan perilaku menjilat vulva. perilaku kopulasi meliputi perilaku mounting dan perilaku post kopulasi meliputi autogrooming. frekuensi dan durasi perilaku searching, perilaku grooming, perilaku menjilat vulva, perilaku mounting dan perilaku autogrooming p1, p2, p3 tidak memiliki perbedaan yang nyata (p>0,05). frekuensi perilaku sniffing p2, p3 tidak memiliki perbedaan yang nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) TERHADAP PERILAKU KAWIN PADA KELINCI LOKAL JANTAN. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2022
Baca Juga : EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) TERHADAP GAMBARAN HEMATOLOGI KELINCI JANTAN (ORYCTOLAGUS CUNICULUS) (ANNISA ANDING AYUNI ARDY, 2022)
Abstract
Neem is reported to be used as an antifertility in males, but it is feared that it can affect libido. Therefore, research on mating behavior is important. This study aims to determine the effect of neem leaf extract on the mating behavior of male local rabbits. This study used 9 adult rabbits with 3 treatments and 3 replications, namely P1 control, P2 neem 200 mg/kg BW and P3 neem 300 mg/kg BW given for 52 days. The observation method used was focal animal sampling and recording of mating behavior using continuous sampling using stationery, camera video recorder and calculating the frequency and duration of mating behavior. Data were analyzed by using variance test (One Way ANOVA) followed by Duncan's test. The results showed that there were several mating behaviors, namely pre-copulation behavior including searching behavior, sniffing behavior, grooming behavior and vulvar licking behavior. Copulation behavior includes mounting behavior and post copulation behavior includes autogrooming. The frequency and duration of searching behavior, grooming behavior, vulvar licking behavior, mounting behavior and autogrooming behavior P1, P2, P3 had no significant difference (P>0.05). The frequency of sniffing behavior in P2, P3 did not have a significant difference (P
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA A. JUSS) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO L.) (Ika Maulidia, 2014)